Dugaan Pencurian Ribuan Tunggak Kayu Jati Asper Bluluk Saat Dikonfirmasi, Malah Sebut, Aku Humas’e Wartawan

134

Asper Bluluk, Arip Budianto, Beri Jawaban Diluar Konteks.

Lamongan-basudewanews.com, Banyaknya Tunggak tak ber-Letter diduga, bekas pencurian kayu jati. Dari pantauan tim basudewanews.com, dilapangan, pada petak 62g , Utara Dusun Bronjong termasuk BKPH Bluluk, KPH Mojokerto, para pihak terkait, khususnya, Asper Bluluk, Arip Budianto saat dikonfirmasi malah mengatakan, ” Aku Humas,e Wartawan “, ucapnya lantang.

Hal tersebut, disampaikan Asper Bluluk, Arip Budianto terhadap tim basudewanews.com, saat melakukan konfirmasi dan klarifikasi.

Sikap tidak terpuji dari Asper Bluluk, Arip Budianto, terpaksa dirasakan tim basudewanews.com. Selain itu, sikap Asper telah menyiratkan kesan adakah sesuatu yang ditutup-tutupi oleh, pihak BKPH Bluluk KPH Mojokerto ?. Dalam hal ini, apakah pihak Perhutani sudah ada kerjasama dengan blandong?.

Pada Rabu (15/9/2021), tim basudewanews.com, masih belum bisa menemui Perhutani guna konfirmasi dan klarifikasi.

Pada Kamis (30/9)2021), Mantri Hutan, Sukari, saat disinggung terkait dugaan pencurian kayu jati di petak 62 g yang tampak selalu aman dan habis tanpa ada penjaga hutan hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Selanjutnya, Asper Bluluk, Arip Budianto ketika di konfirmasi terkait, pencurian kayu jati di petak 62g justru memberikan jawaban diluar konteks yakni, aku Humas’e wartawan !.

Layakkah seorang Asper Bluluk , Arip Budianto saat dikonfirmasi malah memberikan jawaban di luar konteks?.

Hingga berita ini diunggah, tim basudewanews.com, belum bisa menyampaikan hasil klarifikasi dugaan pencurian kayu Jati di petak 62g BKPH Bluluk KPH Mojokerto.

Bisa dibayangkan, tidak ada klarifikasi dari pihak Perhutani Bluluk KPH Mojokerto, atas dugaan pencurian kayu jati di petak 62g adalah bentuk tidak transparansi-nya pihak BKPH Bluluk KPH Mojokerto, terhadap publik.

Dibutuhkan peran Perhutani Provinsi Jatim, untuk melakukan sidak guna menindak lanjuti, dugaan pencurian sekaligus diharapkan hasil tindak lanjut Perhutani Provinsi Jatim, bisa disampaikan secara transparan kepada media sebagai bentuk klarifikasi dan transparansi-nya informasi terhadap publik.     SPTN.