Dakwaan Jaksa Jerat Pasal 372 Dan 266, Stefanus Sulayman Lakukan Eksepsi

59

Surabaya-basudewanews.com, Dipersidangan sebelumnya, Stefanus Sulayman (terdakwa) disangkakan telah melanggar sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 atau 266. Bacaan dakwaan tersebut, dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Harry Basuki yang berdampak reaksi dari Penasehat Hukum, terdakwa, yakni, Ben D. Hadjon, guna lakukan eksepsi atas dakwaan JPU.

Eksepsi tersebut, disampaikan pada sidang lanjutan, di ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (30/9/2021). Adapun inti eksepsi terdakwa berupa, bahwa dakwaan JPU tidak memenuhi syarat materiil.

Alasan mendasar, dakwaan tidak memenuhi syarat materiil yakni, tidak memuat uraian unsur delik secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan kliennya.

Masih menurut, Ben D.Hadjon, dalam dakwaan yang ke-satu, perbuatan kliennya dikonstruksikan JPU telah memenuhi unsur pokok dalam delik penggelapan.

Pihaknya, selaku, Penasehat Hukum terdakwa, menolak atau tidak sependapat dengan JPU.

Sedangkan, sebagaimana dalam dakwaan ke-dua, perbuatan kliennya dikonstruksikan JPU telah memenuhi unsur pokok dalam delik tindak pidana pemalsuan.

Lebih lanjut, rumusan perbuatan seperti yang dimaksud dalam ketentuan pasal 266
ayat 1 harus memenuhi unsur yang bersifat obyektif dan subyektif.

Berdasarkan hal diatas, pihaknya selaku, Penasehat Hukum menolak atau tidak sependapat dengan JPU.

Ben D.Hadjon, menambahkan, alasan dasar menolak dan tidak sependapat lantaran, adanya Pengikatan Jual-Beli (PJB) pada medio (20/6/2017) silam, yang dibuat dihadapan Notaris, Maria Baroroh.

Syarat tersebut, memenuhi secara formil dan materil dan sah suatu perjanjian yang dikehendaki oleh kedua pihak. Selain itu, Harto Widjojo (korban) hadir saat akta dibacakan kemudian ditandatangani serta adanya para saksi dan ini tercantum dalam akhir akta.

Diujung persidangan, Penasehat Hukum Ben D.Hadjon, menyatakan, dakwaan JPU batal demi hukum.

Usai bacaan eksepsi, Majelis Hakim, memberi kesempatan terhadap JPU guna menanggapi. Dikesempatan yang diberikan, pihak JPU memohon waktu untuk sampaikan tanggapan eksepsi dari terdakwa.     MET.