Connect with us

Hukrim

Sulaksono Edi Prayogo Dan Badrut Pura-Pura Cek-In Uno Hotel Ternyata Gondol Motor

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Modus pura-pura Cek-In di Uno hotel yang beralamatkan Jalan.Genteng Besar 80 Surabaya, Sulaksono Edi Prayogo dan Badrut malah gondol motor tamu Uno hotel berdampak jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, guna dimintai pertanggungjawaban atas ulahnya.

Dipersidangan, ruang Sari III, Rabu (29/9/2021), Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Anggraeni tampak menghadirkan 2 orang guna sampaikan keterangan sebagai saksi. Adapun kedua orang tersebut, yakni, Acep Rahmat Muhammad dan Ryan.

Keterangan sebagai saksi diawali oleh Acep sang pemilik motor dan juga tamu Uno hotel. Hal yang disampaikan, Acep, yakni, sepeda motornya hilang di parkiran khusus pelanggan Uno hotel dalam keadaan di kunci setir.

Saya baru ketahui kalau motornya, hilang pada jam 7 : 00 pagi. Jenis motornya, Honda Beat hitam.

Saya sudah beberapa bulan menginap di Uno hotel dan termasuk juga ada pihak kemanan yakni Satpam. Disampaikan juga atas insiden hilangnya motor Acep mengalami kerugian materiil sekitar 7 Juta.

Sedangkan, Ryan mengatakan, atas insiden hilangnya motor, saya berusaha beritahu Acep.
Sayangnya, Acep dalam kondisi sakit sehingga memaksanya, guna menunda kabar kehilangan terhadap Acep.
” Acep dalam posisi sakit lantas ke-esokan pagi memberi tahu Acep kalau motornya hilang “, ucapnya.

Hal lain yang disampaikan, kedua terdakwa sebelumnya sudah mengeksekusi seperti melepas rantai kunci motor pelanggan hotel.
Kemudian salah satu diantaranya pura-pura pesan room guna Cek-In namun, pemesan room hanya modus kedua terdakwa.

Setelah memesan room salah satu terdakwa meminta karyawan Uno hotel guna mengecek room saat karyawan pergi melakukan pengecekan room yang dipesan terdakwa kabur. Sedangkan terdakwa yang lainnya, sudah meminta pihak sekurity guna membuka gerbang hotel.

Diujung keterangan, Ryan, mengatakan, setelah kejadian SOP keamanan Uno hotel sudah diperbaiki.

Bentuk perbaikan, setiap keluar masuk Uno Hotel saat ini, pelanggan diminta menunjukkan STNK.

Sedangkan, pelanggan yang berniat pura Cek-In begitu masuk pintu gerbang langsung tertutup dan terkunci.

Kedua terdakwa dalam kesempatan menyampaikan, mengamini keterangan kedua saksi.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending