Guntual Bersama Istri Pilih Walk-Out Dipersidangan, Anggap Dakwaan Jaksa Cacat Formal

124

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, bagi Guntual bin Abdullah dan Tutik Rahayu yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (27/9/2021).

Sayangnya, saat Jaksa Penuntut Umum (JPU),Guntur Arief Witjaksono, saat akan membacakan dakwaan di reaksi keras oleh, kedua terdakwa berupa, menyatakan sikap untuk Walk-Out (WO) dalam persidangan.

Tampak, dipersidangan, Penasehat Hukum, Rommel tetap jalani sidang dengan agenda mendengar bacaan dakwaan JPU meski kedua terdakwa telah WO.

Sementara, Penasehat Hukum kedua terdakwa, Rommel, saat ditemui basudewanews.com, menyampaikan, pihaknya sebagai Penasehat Hukum tetap mengikuti jalannya persidangan, bahwa kami tidak identik dengan kedua terdakwa.

Sedangkan, Majelis Hakim, Darmanto Dachlan, berulangkali sempat meminta terhadapnya guna menenangkan atau menyuruh untuk diam kedua terdakwa. Sayangnya, Rommel mengatakan, pihaknya hanya Penasehat Hukum bukan pada kapasitas itu karena tugasnya dalam  konteks hukumnya.
” Akan halnya, hak terdakwa disampaikan di persidangan maka menyuruh diam dan menjaga tata tertib adalah tugas Majelis Hakim “, bebernya.

Masih menurutnya, lantaran, hal ini bahwa dakwaan itu cacat formal.
” Dakwaan disusun sedemikan rupa dan dinyatakan lengkap oleh Jaksa Peniliti Sidoarjo, dengan pertimbangan hanya sekedar yang termuat dalam dakwaan. Padahal sesungguhnya yang menjadi pelapor adalah Pengadilan Negeri Sidoarjo, maka presentasi Pengadilan Negeri Sidoarjo
tentunya mewakili lembaga Ketua tetapi yang melaporkan sekretaris Pengadilan Negeri Sidoarjo, Jitu Wardoyo setelah menerima surat tugas dari Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo “, ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya, tidak melihat adanya keterangan pada saat penyidikan terhadap Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo, sebagai pelapor yang menjadi aneh jeratan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE sesungguhnya bila mengacu Judicial Reviews terhadap pasal yang dijeratkan kliennya, maka yang melapor yang bersangkutan langsung tidak boleh memberikan tugas untuk melapor terlebih tidak pernah di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Yang menjadi pertanyaan, kenapa berkas ini dinyatakan sempurna (P 21). Itu yang kami maksud cacat formalnya.

Guntual (terdakwa) yang dijerat UU ITE Bereaksi Pilih WO Dari Persidangan.

Secara terpisah, Guntual saat ditemui mengatakan, terdakwa itu punya hak asasi nya harus di utamakan.

Masih menurutnya, terdakwa itu punya hak.
Pada sidang sebelumnya, terjadi keributan dan perlu diingat, Majelis Hakim tidak boleh lontarkan ucapan, “ini praduga tak bersalah”.

Jadi sebenarnya, terdakwa itu memiliki kedudukan yang harus di junjung tinggi. Saya tetap tidak terima pidana pokoknya.

Perlu diketahui bersama, bahwa Kapolri, Jaksa Agung dan Mahkamah Agung sekarang sudah mengeluarkan Restorasi Justice (pemulihan keadilan).      MET.