DPR RI Apresiasi Penerapan 3T Covid-19 di Jawa Timur

15

Komisi IX DPR RI nilai Jawa Timur bisa menjadi contoh Penerapan 3T secara preventif menghadang Covid-19.

Surabaya-basudewanews.com, Ada yang patut dibanggakan oleh Provinsi Jawa Timur dalam urusan penanganan Covid-19. Bahkan, langkah positif tersebut mendapatkan apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, khususnya Komisi IX.

Saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Dinas Kesehatan Jatim, di Surabaya, baru-baru ini, salah satu anggota Komisi IX, Sri Meliyana, menilai Provinsi Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi semua provinsi di Indonesia dalam Penerapan Tracing, Testing dan Treatment (3T) secara preventif untuk menghadang Covid-19.

“Kami harapkan yang telah dilakukan oleh Jawa Timur bisa menjadi contoh untuk semua provinsi di Indonesia, sehingga kita bisa menghadang lewat preventif tracing dan testing,” ujar Meli, panggilan karibnya.

Menurut Meli, keberhasilan Jawa Timur mengendalikan Covid-19 melalui proses tracing dan testing, karena tidak semua daerah sukses dalam pencapaiannya. Bahkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan kendala dalam memutus rantai Covid-19 itu tidak bisa hanya melakukan tracing dan testing secara masif.

“Jawa Timur bisa melakukan (tracing dan testing) itu, dengan cepat bisa pindah ke (PPKM) level 1 dari level 4, karena mereka membuat suatu komunikasi yang baik antara Pemda, Kemenkes, TNI, Polri dan masyarakat, serta koordinasi kemudian mereka memperbanyak sarana dan prasarana labnya,” ungkap politisi Partai Gerindra itu memberikan apresiasi.

Meli berujar, Komisi IX DPR RI kerap mendesak Kemenkes untuk melaksanakan tracing dan testing secara masif. Karena dua langkah merupakan salah satu tindakan pencegahan.

“Dan kalau sudah treatment, berarti sudah sakit, sudah masuk ke kuratif, sedangkan kita lebih baik mencegah daripada mengobati, tracing dan testing adalah jalan mencegah,” tandas dia.

Legislator dapil Sumatera Selatan II itu menambahkan, jika kalau menurut data yang diterima Komisi IX, petugas tracing sekaligus bisa melakukan testing, sehingga ini tercatat didata bahwa mereka melakukan tracing dan testing.

“Sehingga dengan berani mereka menyatakan mereka sudah (PPKM) level 1, dan ini bisa menjadi garis besar pengendalian Covid-19 di Indonesia, seandainya pusat bisa melaksanakan ini, memperbanyak lab,” pungkas Meli. CEB