PT.Indo Tata Graha Lakukan Klarifikasi Bahwa Tetap Komitmen Lakukan Pembangunan

990

Sidoarjo-basudewanews.com, PT Indo Tata Graha (ITG), dalam jumpa pers, di kantor yang beralamatkan di Perum Delta Sari Sidoarjo, melakukan klarifikasi terkait, permasalahan pembangunan Smart Kost. Hal ini, disampaikan langsung, oleh Penasehat Hukum, Rahmad Ramadhan, Kamis (23/9/2021).

Dalam klarifikasi, terkait permasalahan pembangunan Smart Kost berawal dari adanya laporan customer yakni, Kesti Irawati yang melaporkan Pimpinan PT.ITG hingga berujung ke meja hijau.

Atas permasalahan ini, Penasehat Hukum, Rahmad Ramadhan, menyampaikan, bahwa pihak PT.ITG secara resmi sudah melakukan. akad PPJB dihadapan Notaris serta Penasehat Hukum dari pemilik tanah, Stevanus. Dalam akta PPJB pihak pemilik tanah , Penasehat Hukum pemilik tanah dan Notaris menyatakan, menjamin bahwa tanah yang di jual dalam akta PPJB tidak dalam sengketa dan tidak di agunkan.

Lebih lanjut, PT.ITG melakukan pembayaran Down Payment (DP) dan pembayaran sebesar 1,4 Milyard serta per tiga bulan melakukan pembayaran sebesar 850 Juta. Sehingga total keseluruhan yang sudah dibayar sebesar 5 Milyard maka PT.ITG memulai pekerjaan yaitu, pengurukan tanah.

Sayangnya, saat pelaksanaan pengurkan tanah PT.ITG mengalami kendala yakni, obyek tanah yang akan diuruk mendapat hadangan dari beberapa orang yang mengatasnamakan ahli waris pemilik tanah
(Obyek bukan milik Stevanus) serta pemasangan papan nama pada obyek yang dimaksud.

Atas permasalahan tersebut, Stevanus melakukan gugatan dengan nomor perkara 30 tahun 2019, kepada beberapa orang yang mengaku sebagai ahli waris. Secara otomatis, PT.ITG tidak bisa melakukan pekerjaan pembangunan sehingga salah satu customer Kesti Irawati yang tak lain adalah pegawai Biro Hukum PLN melaporkan pimpinan PT.ITG.

Upaya PT.ITG setelah mengetahui permasalahan diatas, pernah melayangkan surat somasi terhadap Stevanus (pemilik tanah) namun, meski sudah dua kali somasi dilayangkan, Stevanus tidak merespons somasi PT.ITG.

Masih menurut Rahmad Ramadhan, bahwa dalam polemik tersebut, Stevanus tidak fair sehingga posisi PT.ITG tersirat kesan tidak mempunyai alas hak namun, menawarkan Property Smart Kost yang berbasis Syariah.

Ia menambahkan, melalui klarifikasi pihak PT.ITG berharap agar semua customer tidak perlu was-was atau kuatir.
” Pihak PT.ITG tetap komitmen menyelesaikan hak-hak customer. Kini pihaknya sudah melakukan pembangunan meski sedikit melamban “, tuturnya.

Hak-hak customer, PT.ITG telah menawarkan 3 opsi pilihan terhadap para customernya. Adapun, ke-tiga opsi yang ditawarkan PT.ITG yakni, sesuai keputusan management PT.ITG
berkomitmen melanjutkan pembangunan.

Pihak PT.ITG menawarkan, relokasi atau transfer unit terhadap semua customer.
” PT.ITG, menawarkan unit yang sedang dibangun seperti, Graha Permata Juanda (GPJ) atau Bumi Madinah Asri (Bangah) I dan II ” terangnya.

Opsi terakhir, pihak PT.ITG  memasukkan skema penyelesaian berupa Revans.
Alasan Revans konsep PT. ITG yang menjual property dalam bentuk syariah tidak memakai jasa perbankan.

Untuk diketahui, semua customer, penawaran ke-tiga opsi adalah langkah terbaik bagi customer maupun pihak PT.ITG sebab basis yang ditawarkan adalah syariah bahwa jika diibaratkan, dalam organ manusia, darah dalam tubuh sangat penting.
” Darah yang dimaksudkan, pihak PT.ITG dan customer adalah darahnya. Sehingga dibutuhkan darah guna saling menopang agar pembangunan terus bisa dilakukan “, bebernya.

Di ujung pembicaraan, Rahmad Ramadhan, berpesan, bagi customer agar bersabar dan tidak gegabah.Bahwa PT.ITG benar-benar menjalankan sistem syariah.
” PT.ITG benar-benar menjalankan sistem syariah bisa dibayangkan dengan sistem syariah yang ditawarkan property-property lainnya, saat mengalami permasalahan langsung tutup. Pihaknya, selalu terbuka dan kantor kami terus beroperasi seperti biasa maka para customer yang ingin informasi lebih detail bisa langsung ke Perum Delta Sari Sidoarjo “, pungkasnya.     MET.