Connect with us

Hukrim

Jeratan Pasal 127 Tuntutan 3 Tahun, Pledoi Yusin Ryan Hidayat Mohon Rehabilitasi Adalah Prioritas

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, Yusin Ryan Hidayat (terdakwa) dengan agenda pledoi kembali bergulir diruang Sari I Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (22/9/2021).

Dipersidangan, sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, mendakwa bahwa terdakwa telah secara sah melanggar tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 112 ayat (1), pasal 132 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Fakta persidangan, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 127 ayat (1) sehingga, JPU menuntut terdakwa pidana penjara selama 3 tahun.

Dalam nota pembelaan (pledoi), melalui, Penasehat Hukum, Edi Santoso sampaikan, nota pembelaan berupa, jeratan pasal 127  adalah jeratan bagi pengguna sedangkan, tuntutan pidana bui selama 3 tahun bagi kliennya apakah pantas?

Penasehat Hukum, Edi Santoso, menyampaikan pandangan Ombudsman RI (ORI), berupa, memenjarakan penyalah guna atau pemakai hanya akan  membuat Lapas over capacity. Selain over capacity juga berdampak, akan banyak masalah karena penyalahguna atau pemakai akan berkumpul dengan para pengedar atau bandar yang ujungnya pemakai akan naik pangkat dari semula pemakai menjadi pengedar bahkan bandar, sudah seharusnya vonis pada pemakai rehabilitasi adalah prioritas.

Pendapat diatas, juga diperkuat oleh World Health Organization (WHO) yang mengkategorikan pemakai (adeksi) sebagai penyakit kronis yang harus dipulihkan, bukan dipenjarakan.

Hal lain, disampaikan dalam pledoi, bahwa beberapa penyalah guna dengan jeratan pasal 127 serta dijatuhi vonis rehabilitasi yakni,
Jefri Nichol  dituntut 10 bulan dan Pengadilan Negeri Jaksel menjatuhkan vonis 7 bulan rehabilitasi.
Dwi Sasono dituntut 9 bulan dan Pengadilan Negeri Jaksel menjatuhkan vonis 6 bulan rehabilitasi.
Nunung alias Tri Retno Prayudati dituntut 1,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Jaksel, dijatuhi vonis 1,5 tahun rehabilitasi.

Selain ketiga nama diatas, masih banyak penyalah guna narkoba yang semuanya divonis rehabilitasi, seperti, Ridho Rhoma, Nia Ramadhani,Tora Sudiro, Anji Drive pun dijatuhi rehabilitasi.

Dengan hal tersebut, berbeda dengan perkara yang menjerat Yusin Ryan Hidayat bahwa saat penangkapan hanya barang bukti sisa dipakai atau perkara ini lebih ringan dari perkara yang kami sebut.

Hal yang juga disampaikan dalam nota pembelaan, yakni, berharap standar keadilan  adalah perundangan-undangan, Yurisprudensi,hati nurani dan persamaan setiap warga negara di dalam hukum.

Diujung nota pembelaan, selama persidangan terdakwa selalu bersikap sopan, tidak berbelit-belit memberikan keterangan, menyatakan penyesalannya serta belum pernah terjerat pidana sebelumnya.

Terkait nota pembelaan yang disampaikan, Penasehat Hukum, terdakwa, memohon guna Majelis Hakim menerima dan mengabulkan nota pembelaan terdakwa, menyatakan terdakwa hanya terbukti sebagai penyalah guna atau pemakai sebagaimana pasal 127 ayat (1) yang dijeratkan JPU dan menjatuhkan vonis rehabilitasi (rawat jalan) kepada terdakwa.
” Bila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon kiranya memberikan putusan seadil-adilnya “, pinta Penasehat Hukum terdakwa.

Usai bacaan pledoi, Majelis Hakim, Erintuah Damanik, memberi kesempatan terhadap JPU guna menanggapi pledoi terdakwa.          MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending