Nama Wabup Blitar Kerap Disebut Dalam Perkara Dugaan Penipuan. Akankah Jaksa Hadirkan RS Dipersidangan ?

51

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, bagi LiLy Yunita (terdakwa) yang terlibat perkara penipuan kembali bergulir di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (21/9/2021).

Di beberapa persidangan, Lianawati (korban) dan para saksi yang pernah dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Harry Basuki, nama Wabup Blitar, Rahmad Santoso (RS), kerap dicatut dalam perkara dugaan tindak pidana penipuan.

Dalam perkara tersebut, dugaan keterkaitan RS pernah disampaikan korban, bahwa terdakwa menawarkan investasi pembelian tanah dan RS yang mengurus perubahan surat Letter C nomor 397 menjadi sertifikat. Sayangnya, JPU belum bisa menghadirkan RS sebagai saksi.

Dipersidangan, salah satu saksi Andi Cahyadi, menyebut, bahwa mengenal Rahmad Santoso (RS). Sedangkan, keterkaitan RS dengan terdakwa diketahui RS pernah menjual jam tangan tetapi uangnya di transfer ke terdakwa.

Hal yang disampaikan Andi yaitu, mengaku pernah ditipu dengan terdakwa.
” Terdakwa meminjam uang dengan modus memberikan bunga tinggi. Total 38 Milyard dengan hitungan bunga 1,5 persen perbulan
hingga kini, yang belum dibayar 12 Milyard dan tiap saya tagih mbulet  (terakhir-terakhir susah) “, terangnya.

Sedangkan, Bambang Sigit Wicaksono, dalam keterangannya, mengatakan, bahwa terdakwa adalah nasabahnya di BNI dan  terdakwa pernah membuka rekening Giro di bank tersebut.
” saya tahu ada uang masuk dari Maret sampai Desember 2020. Setelah itu kita tutup “, paparnya.

Lanjut saksi, ada pemberitahuan rekening terdakwa masuk daftar hitam karena ada cek yang tidak bisa dicairkan lantaran, Saldo tidak cukup.

Terdakwa terpaksa jalani proses hukum, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menawarkan kerjasama mendanai pembebasan tanah.

Pemilik tanah itu adalah H Djafar. Nomor pendaftaran C 397 yang berlokasi di desa Osowilangon Tandes.

Tanah tersebut, dibeli oleh RS dari ahli waris sebesar 800 ribu per meter dan terdakwa meminta uang kepada Lianawati (korban) untuk kerjasama.
” Terdakwa minta secara bertahap hingga total dana yang diberikan sebesar 47,1 Milyard “, ucapnya.

Hal lain, disampaikan saksi, bahwa terdakwa menyakinkan Lianawati (korban) sebagai pemegang kuasa jual atas tanah tersebut. Terdakwa sempat memberikan cek dari BCA sebanyak tujuh lembar atas nama Doe Sun Bakery.
” Cek itu atas nama terdakwa. Sayangnya, semua cek itu tidak ada satupun yang bisa dicairkan lantaran, saldo tidak cukup “, terangnya.  MET.