Connect with us

Peristiwa

PT Kereta Api Indonesia Tawarkan Peluang Karier

Published

on

Infirmasi-Pendaftaran klik laman resmi recruitment.kai.id

Jakarta–basudewanews.com, Sejumlah formasi ditawarkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk berkarier. Informasi seputar lowongan pekerjaan dapat diakses melalui laman resmi recruitment.kai.id.

PT KAI membuka lowongan pekerjaan sejak 18 hingga 24 September 2021. Perusahaan pun membuka sejumlah formasi yang dibutuhkan.

Mulai dari Masinis, Kondektur, PPKA, PLR/PRS, PNC LAA, PNC Sintelis, Operator KP JR, Teknisi Workshop Depo Mekanik JJ, Satker Teknisi Jalan Rel dan Jembatan, Administrasi, Staf Pelayanan, Teknisi Pemeliharaan Sarana.

Tingkat pendidikan yang dibutuhkan adalah, SLTA, D3, dan D4/S1. Para pelamar juga harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditentukan perusahaan.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu Warga Negara Indonesia (WNI), sehat jasmani dan rohani, ijazah SLTA dengan nilai UAN rata-rata minimal 7,0.

Selain itu, khusus untuk pelamar SLTA yang lulus pada tahun 2020 dan 2021, menggunakan nilai pada ijazah dengan nilai rata-rata minimal 7,0 atau 70.

Bagi pelamar berijazah D3 dengan IPK minimal 3,0 dan akreditasi program studi pada saat tanggal kelulusan minimal B. Untuk ijazah D4 dengan IPK minimal 3,0 dengan akreditasi A.

Sementara itu, usia pelamar di KAI per 1 September yang memenuhi kriteria untuk tingkat SLTA yaitu 18 – 25 tahun, tingkat D3 20 – 27 tahun, dan tingkat D4/S1 21 – 30 tahun.

Para pelamar juga disyaratkan memiliki tinggi badan proposional. Pria minimal 160 cm dengan berat badan ideal, dan wanita minimal 155 cm dengan berat badan ideal.

Khusus pria formasi masinis, kondektur, PPKA, pengawas stasiun dan petugas langsir/petugas rumah sinyal, minimal 165 cm dengan berat badan idel. Khusus wanita formasi masinis, PPKA, dan pengawas stasiun minimal 160 cm dengan berat badan ideal.

Syarat lainnya yang harus dipenuhi calon pelamar harus berpenampilan menarik, berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian yang masih berlaku, serta tidak bertato dan tindik.

Kemudian, para pelemar harus tidak pernah menggunakan atau terlibat narkoba atau psikotoprika yang dibuktikan dengan surat keterangan dari instansi yang berwenang (BNN/Kepolisian).

Pelamar juga tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan tidak pernah diberhentikan di anak perusahaan atau instansi lainnya karena hukuman disiplin atau diberhentikan dengan tidak hormat.

Pelamar juga wajib tidak memiliki hubungan perkawinan dengan pekerja perusahaan pada saat diterima sebagai pekerja perusahaan.

Terakhir, pelamar harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kerja perusahaan dan lulus dalam seleksi calon pekerja baru yang diselenggarakan oleh panitia rekrutmen. CEB

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending