Connect with us

Hukrim

Kerap Cubit Hasil Sitaan, 3 Oknum Polisi Terseret Ke Pengadilan Negeri Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Tiga oknum anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya, yang ditangkap Divisi Propam Mabes Polri saat pesta narkoba jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (16/9/2021). Ketiga oknum adalah, Iptu Eko Julianto, Aipda Agung Pratidina, dan Brigpol Sudidik ditetapkan sebagai terdakwa.

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Hari Rahmat Basuki, dalam dakwaan menyebut, pada 28 April 2021 ketiga oknum polisi tersebut, booking kamar 1701 dan 1702 di Midtown Residence Surabaya, yang beralamat di Jl. Ngagel No.123 Surabaya.
“Dikamar hotel para terdakwa menghubungi Chinara Christine Selma Bin Yoyong guna mengkonsumsi sabu sabu dengan alasan untuk menunggu waktu sahur,” ucap JPU.

Selanjutnya mereka digrebek Propam Mabes Polri dan ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,32  gram dan 1,15 gram, 4 butir Ekstasi berat kotor total 1,45 gram, 1 butir obat benzoate/penenang dan 8 butir Happy Five.

Selanjutnya, saat dilakukan pengembangan, di ruang kerja terdakwa di Polrestabes Surabaya, ditemukan sabu berat kotor 3,34 gram, 1 serbuk Ekstasi berat kotor 0,30 gram, sabu berat kotor 0,26 gram, 0,42 gram, 1,19 gram, 0,61 gram, 5,71 gram, 1 serbuk Ekstasi berat kotor 1,4 gram, 1 amplop besar Sabu berat kotor 11,27 gram,12,97 gram,11,05 gram,15,06 gram, 1,16 gram dan 46 Ekstasi logo tulisan Helneken Warna Hijau berat kotor 20,84 gram, 15 Ekstasi seberat 5,89 gram, 4  Ekstasi berbagai logo tulisan Helneken warna Hijau berat kotor 1,91 gram, 10 Ekstasi warna merah muda dengan berat 3,51gram, 8 Ekstasi warna merah bata berat kotor 3,22 gram, 7 Ekstasi warna orange berat kotor 3,03 gram, 4 Ekstasi warna hijau dalam bentuk pecahan berat kotor 0,58 gram serta dompet warna merah berisikan 118 butir pil Happy Five.

Dalam perkara ini, terdakwa didakwa dengan Pasal 112 ayat (1),114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Saat dilakukan interogasi, terdakwa mengakui narkotika tersebut berasal dari mencubit sebagian barang bukti yang berhasil diamankan dari beberapa Target Operasi (TO) yang melarikan diri.

Sehingga, ketiga terdakwa tidak melakukan eksepsi atau bantahan atas dakwaan jaksa.

Sementara, Majelis Hakim, Johanis Hehamony menutup persidangan guna melanjutkan sidang agenda mendengar keterangan saksi.

Secara terpisah, Penasehat Hukum terdakwa, Budi Sampurno, kepada basudewanews.com, menjelaskan, bahwa kalau boleh jujur tidak mungkin anak buah melangkah tanpa sepengetahuan dari atasnya (Kasat Narkoba) Kerena mereka juga melakukan ini untuk mencari informasi.

Disinggung apakah memang ada surat perintah dari atasan.
“Kalau surat perintah, saya rasa tidak tapi kliennya mengatakan, kalau mereka selalu berkomunikasi, melaporkan dan berkordinasi “, bebernya.

Lebih lanjut, kami akan mengungkap,  kebenaran materiil dimana banyak yang janggal kok hanya klien kami saja?.
Padahal di sana ada perempuan dan terkait barang bukti juga di ambilnya di Kantor.
” Untuk diketahui barang bukti itu tidak ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ditandatangani kliennya. Bukan hanya masalah Narkoba saja tapi ada hal lain “, pungkasnya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending