Dimas Abimanyu Penasehat Hukum Magang Dituntut Setahun Ajukan Pledoi.

51

Surabaya-basudewanews.com, Memenangi gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan membuat surat kuasa palsu yang disertai tanda tangan palsu juga membuat Dimas Abimanyu (terdakwa) dituntut setahun pidana penjara.

Tuntutan setahun bagi terdakwa dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Fadil di ruang Candra, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/9/2021).

Dipersidangan yang bergulir Jumat (17/9/2021), melalui Penasehat Hukumnya sampaikan nota pembelaan yang dibacakan sendiri oleh terdakwa. Dalam nota pembelaan yang disampaikan yakni, status terdakwa yang menyandang sebagai Penasehat Hukum magang hingga saat terjadi dugaan surat palsu statusnya, hanya calon Penasehat Hukum.

Terkait, unsur-unsur jeratan pasal 263 mengingat sidang sebelumnya, pada keterangan Ahli yang dihadirkan bahwa Ahli belum beberkan secara lengkap.

Unsur dengan sengaja sebagaimana dalam pasal 263 yang menjerat terdakwa kurang pas lantaran, saya tidak tahu.

Terdakwa membeberkan, yang membuat
surat kuasa sebenarnya Fahrul Siregar (DPO).
” saya hanya mendampingi dan surat kuasa baru dikatakan palsu setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium “, alibi terdakwa.

Usai bacakan nota pembelaan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Fadil guna menanggapi nota pembelaan terdakwa. Dalam tanggapan JPU menyampaikan, tetap pada tuntutannya.

Untuk diketahui, perkara yang memaksanya guna jalani proses hukum berawal bahwa Fahrul Siregar (DPO) dan terdakwa mengajukan gugatan perdata.

Dari pengajuan gugatan perdata tersebut, Fahrul Siregar DPO dan terdakwa seolah-olah telah diberi kuasa oleh Leny. Sayangnya, perlaku kotor kedua Penasehat Hukum yang membuat surat kuasa dan tanda tangan palsu baru diketahui Leny setelah mendapat relaas putusan dari Pengadilan Negeri Surabaya.

Akibat insiden tersebut, Leny syok dan melaporkan ke pihak berwajib lantaran, tidak merasa memberi kuasa terhadap kedua Penasehat Hukum (Fahrul Siregar dan terdakwa) untuk melakukan gugatan perdata terhadap Mall di Tarakan.

Lantas, kenapa bisa gugatan perdata tersebut, dari Pengadilan Negeri Surabaya, terbit putusan ?. Padahal Leny ( principal ) tidak pernah hadir ke muka persidangan.   MET.