Connect with us

Hukrim

Ardytya Cahya Kusuma Gelapkan Uang PT. Artha Boga Sebesar 1,8 Milyard Dihadapkan ke Meja Hijau.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, PT.Arta Boga terpaksa menyeret Ardytya Cahya Kusuma (terdakwa) ke Meja Hijau gegara gelapkan uang sebesar 1,8 Milyard. Dugaan penggelapan sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Sabetania, terdakwa dijerat pasal 378 KUHP.

Dipersidangan, ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (16/9/2021), JPU hadirkan 5 orang guna sampaikan keterangannya sebagai saksi.

Adapun, Kepala Wilayah di perusahaan PT.Artha Boga, Adi Yono, mengawali keterangannya berupa, perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman (Mamin), terdakwa diduga telah gelapkan uang sebesar 1,8 Milyard.
” Dari laporan bawahannya, saya memanggil terdakwa dan Kepala Gudang. Melalui data base perusahaan diketahui ada selisih barang dan hasil konfirmasi terdakwa mengaku, selisih barang 70 Ribu karton sudah terjual dan uangnya dipakai keperluan pribadi “, beber saksi.

Hasil perhitungan, barang 70 Ribu, karton yang berisi teh gelas senilai 1,3 Milyard.

Lebih lanjut, setelah kejadian terdakwa mencetak faktur penjualan ke toko untuk depo Surabaya. Barang Krating-Daeng yang juga sudah terjual sebanyak 200 karton.

Masih menurutnya, cara terdakwa mengeluarkan barang yaitu, terdakwa minta Kepala Gudang input barang dan setelah barang keluar tidak dijual ke toko yang sesuai pada surat jalan. Pada medio (1/9/2019) silam, terdakwa buat surat penyataan pengakuan atas perbuatannya.

Selanjutnya, Maya sebagai staff akuntansi di depo sidoarjo, mengatakan, saya selalu melakukan stok opname tiap bulan pada  (31/8/2019). Hasil stok opname diketahui, ada selisih stok 70 Ribu. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa mengakui perbuatannya dan dengan kejadian ini Perusahaan merugi 1,4 Milyard sedangkan, di depo Surabaya, saya tidak mengetahui kerugian perusahaan.

Sementara, Kepala Administrasi,M.Taufik, mengatakan,ada selisih 70 Ribu karton senilai 1,3 Milyard. Terjadi selisih barang diketahuinya, setelah ada info surat jalan tidak. masuk gudang.

Sedangkan, Administrasi depo Sidoarjo,
Komari, mengatakan, dalam pembukuan diketahuinya barang selisih 70 Ribu karton dan bagian logistik bukan terdakwa.

Sales Manager, Ariel, yang bertugas di depo Surabaya, mengatakan, tugasnya mencapai target. Jabatan saya di bawah terdakwa.
Sepengetahuannya, di area Surabaya, ada perkara barang yang dikirim tidak sesuai alamat faktur.

Selama ini yang saya ketahui toko sudah lakukan pembayaran. Sehingga kerugian perusahaan sekira 75 Ribu karton.

Usai para saksi sampaikan keterangan, Majelis Hakim, Johanis Hehamony, memberi
kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi keterangan para saksi. Dikesempatan tersebut, terdakwa mengakui semua keterangan para saksi.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending