Connect with us

Hukrim

Sidang Venansius Niek Widodo Tertunda Gegara Jaksa Belum Bisa Hadirkan Saksi.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, sangkaan perbuatan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam jeratan pasal 372 dan 378 bagi Venansius Niek Widodo, terpaksa tertunda. Hal penundaan sidang, disampaikan dimuka persidangan yang bergulir di ruang Sari I Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (15/9/2021).

Dipersidangan, Majelis Hakim, Suparno mengambil keputusan guna menunda persidangan pada pekan depan lantaran, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis, masih belum bisa menghadirkan saksi.

Dikesempatan tersebut, JPU menyampaikan, bahwa kedua saksi posisinya masih di Kendari dan belum ada konfirmasi dari keduanya.
” Kedua saksi yakni, Wulan dan Andriyani posisi masih di Kendari dan belum ada konfirmasi dari mereka “, ungkap JPU.

Atas ketidakhadiran kedua saksi maka Majelis Hakim menyatakan sikap guna memberi waktu terhadap JPU dengan harapan kedua saksi bisa hadir di persidangan. Namun, jika terpaksa kedua saksi memang tidak bisa maka akan dilakukan melalui telekonferensi.

Untuk diketahui, terdakwa didakwa JPU atas laporan  Rudy Effendy Oei, Cecelia Tanaya dan PT.Aditya Guna Persada melalui Steven Jaquar. Ketiganya adalah korban yang menderita kerugian puluhan hingga ratusan Milyard.

Ikhwal perkara yang menyeret terdakwa harus duduk di kursi pesakitan, yaitu, sekira pada medio Februari tahun 2017 di Coffe Bean Ciputra Word Surabaya, terdakwa menawarkan kerjasama tambang nikel di Kabaena dengan keuntungan 10 persen dari nilai yang di investasikan.

Sayangnya, hingga perkara berlanjut ke muka persidangan ketiga korban menyatakan dipersidangan sebelumnya, tidak ada mediasi guna terdakwa kembalikan uang.
” Terdakwa hanya janji-janji tidak pernah realisasi “, ucapnya salah satu korban.   MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending