Connect with us

Hukrim

Mulya Hadi Gugat PMH Widowati Hartono Masuki Agenda Pembuktian.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Mulya Hadi selaku Penggugat dengan Widowati Hartono sebagai Tergugat dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya (BPN) sebagai turut Tergugat I kembali bergulir dengan agenda pembuktian di ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (14/9/2021).

Dalam hal gugatan PMH, para pihak melalui Penasehat Hukumnya keukeuh dengan bukti-bukti yang diajukan dihadapan Majelis Hakim, Sudar.

Secara terpisah, Penasehat Hukum Tergugat, Dody, kepada awak media menyampaikan, dalam bukti awal karena ada kompetensi dari turut Tergugat I yakni, BPN apakah terbukti atau tidak akan kita ketahui dalam Putusan Sela dipersidangan berikutnya.

Pihak Tergugat,,turut Tergugat ajukan bukti sertifikat asli sebagai bukti. Alas haknya Hak Guna Bangunan (HGB) dari PT. Darmo Permai tahun 1994 terbitan BPN.

Lebih lanjut, pihaknya, sebagai Tergugat ajukan bukti-bukti berupa, atas kepemilikan, surat perlindungan hukum ke Presiden, Mabes Polri, Kapolrestabes Surabaya, Petok D, Surat keterangan Kepala Desa Lontar tahun 1974, formulir keterangan Kepala Desa Lontar 1979, Salinan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) 2015, surat keterangan tanah bekas milik adat 2021, kutipan sementara register tanah 2021, surat jawaban Pradah Kali Kendal 2021, SPTTB (bukti bayar) 2021, surat jawaban Lurah Lontar no.470/12/436.9.31.4 pada 4 February 2021 tertanda Febry Ardiansyah, SHGB atas nama Widowati Hartono, dokumen foto, tanda bukti lapor ke Polrestabes 10 Juli 2021 dan laporan pengerusakan barang dan pengeroyokan yang diduga, dilakuan oleh, orang suruhan, Surat dari MAKi terkait,konten of court (dugaan penghinaan terhadap PN Surabaya) kepada Ketua PN Surabaya, penetapan PN Surabaya, 28 Mei 2021 yang intinya, menolak permohonan penyidik dengan mempertimbangkan adanya putusan no. 280/P/2015/PN SBY, yang memiliki kekuatan hukum tetap yang sedang diperiksanya perkara no.374 Pdt.G/2021/PN Sby kemudian surat keterangan Lurah Lontar 12 April 2002 bahwa apabila ditemukan SHGB NIB atau dokumen lain atas nama PT.Darmo Permai atau atas nama Direktur PT.Darmo Permai atau perorangan yang asalnya dari PT.Darmo Permai mengaku berada di wilayah Kelurahan Lontar dipastikan tidak benar.

Untuk diketahui, gugatan PMH bermula dari rebutan lahan kosong seluas 6.850 meter persegi di Jalan. Puncak Permai Utara Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep Surabaya, antara Mulya Hadi dengan Widowati Hartono. Keduanya saling klaim sebagai pemilik sah atas lahan tersebut.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending