Mulya Hadi Gugat PMH Widowati Hartono Masuki Agenda Pembuktian.

24

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan Mulya Hadi selaku Penggugat dengan Widowati Hartono sebagai Tergugat dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya (BPN) sebagai turut Tergugat I kembali bergulir dengan agenda pembuktian di ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (14/9/2021).

Dalam hal gugatan PMH, para pihak melalui Penasehat Hukumnya keukeuh dengan bukti-bukti yang diajukan dihadapan Majelis Hakim, Sudar.

Secara terpisah, Penasehat Hukum Tergugat, Dody, kepada awak media menyampaikan, dalam bukti awal karena ada kompetensi dari turut Tergugat I yakni, BPN apakah terbukti atau tidak akan kita ketahui dalam Putusan Sela dipersidangan berikutnya.

Pihak Tergugat,,turut Tergugat ajukan bukti sertifikat asli sebagai bukti. Alas haknya Hak Guna Bangunan (HGB) dari PT. Darmo Permai tahun 1994 terbitan BPN.

Lebih lanjut, pihaknya, sebagai Tergugat ajukan bukti-bukti berupa, atas kepemilikan, surat perlindungan hukum ke Presiden, Mabes Polri, Kapolrestabes Surabaya, Petok D, Surat keterangan Kepala Desa Lontar tahun 1974, formulir keterangan Kepala Desa Lontar 1979, Salinan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) 2015, surat keterangan tanah bekas milik adat 2021, kutipan sementara register tanah 2021, surat jawaban Pradah Kali Kendal 2021, SPTTB (bukti bayar) 2021, surat jawaban Lurah Lontar no.470/12/436.9.31.4 pada 4 February 2021 tertanda Febry Ardiansyah, SHGB atas nama Widowati Hartono, dokumen foto, tanda bukti lapor ke Polrestabes 10 Juli 2021 dan laporan pengerusakan barang dan pengeroyokan yang diduga, dilakuan oleh, orang suruhan, Surat dari MAKi terkait,konten of court (dugaan penghinaan terhadap PN Surabaya) kepada Ketua PN Surabaya, penetapan PN Surabaya, 28 Mei 2021 yang intinya, menolak permohonan penyidik dengan mempertimbangkan adanya putusan no. 280/P/2015/PN SBY, yang memiliki kekuatan hukum tetap yang sedang diperiksanya perkara no.374 Pdt.G/2021/PN Sby kemudian surat keterangan Lurah Lontar 12 April 2002 bahwa apabila ditemukan SHGB NIB atau dokumen lain atas nama PT.Darmo Permai atau atas nama Direktur PT.Darmo Permai atau perorangan yang asalnya dari PT.Darmo Permai mengaku berada di wilayah Kelurahan Lontar dipastikan tidak benar.

Untuk diketahui, gugatan PMH bermula dari rebutan lahan kosong seluas 6.850 meter persegi di Jalan. Puncak Permai Utara Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep Surabaya, antara Mulya Hadi dengan Widowati Hartono. Keduanya saling klaim sebagai pemilik sah atas lahan tersebut.    MET.