Connect with us

Hukrim

Korban Uswatul Ummah Istri TNI, Kian Bertambah.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Korban atas perbuatan Uswatul Ummah yang mengaku bersuami TNI AL dan menghuni di rumah dinas Komplek RSAL Flat Emergency Petugas 9 Kelurahan Jagir Kecamatan Wonokromo Surabaya, kian bertambah. Hal ini diketahui saat Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Suwarti menghadirkan saksi di muka persidangan Selasa (14/9/2021).

Adapun, keterangan saksi yang turut menjadi korban dari terdakwa yakni, Tri agustini Susilowati. Dalam keterangan sebagai saksi, Tri Agustini Susilowati mengatakan, bahwa terdakwa pinjam mobil pada bulan November 2020.

Saat pertama sewa mobil terdakwa sudah kembalikan namun, selang beberapa hari terdakwa menyewa kembali dan hingga perkara ini naik ke meja hijau terdakwa tidak mengembalikan mobilnya.
” Terdakwa sewa mobil dengan harga 250 ribu perhari. Saat ditagih terdakwa beralasan masih dipakai anaknya diterima anggota di Malang “, beber saksi.

Hal lainnya, terdakwa berjanji akan melakukan pembayaran sewa mobil dengan cara transfer. Usai sampaikan janji selanjutnya, di handphonenya ada SMS yang menyatakan bahwa orang tua terdakwa meninggal.

Merasa iba, saksi bermaksud guna Takziah ke orang tua terdakwa. Upaya saksi akhirnya, kesampaian dengan cara memaksa sopir terdakwa agar bersedia mengantar saksi ke rumah orang tua terdakwa yang ada di Pasuruan.

Sayangnya, setiba di rumah orang tua terdakwa, ternyata orang tua terdakwa masih hidup.

Saksi menambahkan, terdakwa pernah berujar, sayang-lah jika istri anggota TNI menipu orang.
” Saat ditagih, terdakwa selalu berujar, malu-maluin saja masak istri TNI menipu ? “, ucap saksi menirukan terdakwa.

Menurut informasi yang diterima saksi, bahwa mobilnya digadaikan ke seseorang yang bernama Ali.Atas perbuatan terdakwa, saksi mengaku merugi sekitar 150 Juta.

Usai saksi sampaikan keterangan, Majelis Hakim, Tatas memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi. Dalam tanggapan terdakwa mengatakan, sebagian keterangan saksi tidak benar.

Adapun, yang dianggap tidak benar terdakwa yaitu, mobil yang menyewa memang dirinya namun, yang gadaikan mobil dan yang memakai mobil adalah Ali.
” Saya hanya menyewakan saja, Yang Mulia “, alibinya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending