Connect with us

Hukrim

Uswatul Ummah Ngaku, Bersuami TNI Dan Tinggal Di Rumah Dinas Tipu Korban 129 Juta.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Ulah Uswatul Ummah yang mengaku bersuami TNI AL dan menghuni di rumah dinas Komplek RSAL Flat Emergency Petugas 9 Kelurahan Jagir Kecamatan Wonokromo Surabaya, berbuntut guna jalani proses hukum di ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/9/2021).

Uswatul Ummah ditetapkan sebagai terdakwa lantaran, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Furqon Adi mendakwa perbuatan terdakwa secara sah melawan hukum sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 atau 372 KUHP.

Usai bacakan dakwaan JPU menghadirkan 2 orang saksi yaitu, M.Kholid dan Iskandar. Adapun, keterangan M.Kholid (korban) berupa, terdakwa sebelum memesan beras mengatakan, terdakwa adalah istrinya TNI AL yang tinggal di rumah Dinas memiliki 6 unit mobil.

Atas ungkapan terdakwa, korban percaya terdakwa memesan beras dengan sistem pembayaran jatuh tempo. Sebelum jatuh tempo pembayaran terdakwa memesan lagi beras dengan alasan agar bisa menyuplai permintaan dari Rumah Sakit AL (RSAL).

Lantaran, korban percaya serta pernah ke rumah terdakwa maka dikirim lah pesanan terdakwa.

Dari pemesan terdakwa saksi memiliki bukti nota pemesanan terdakwa yang belum dibayar sebanyak 4 lembar.

Masih menurutnya, Ke-empat nota sejumlah 129 juta belum dibayar terdakwa hingga korban pun, membawa perkara ini ke Meja Hijau.

Ia menambahkan, terdakwa saat ditagih malah mengancam korban jika dilaporkan ke polisi uangmu tidak akan kembali.

Sedangkan, Iskandar sebagai sopir yang pernah di Carter terdakwa guna mengambil beras ke korban, mengatakan, bolak balik kirim beras di toko terdakwa.

Lebih lanjut, saya diperintah terdakwa kirim ke tokonya di pasar beras Bendul Merisi Surabaya.
” Tiap pengiriman ke pasar beras Bendul Merisi Surabaya, saya mendapat upah 200 Ribu “, pungkasnya.

Atas keterangan kedua saksi yang di hadirkan JPU, terdakwa mengamini keterangan saksi.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan, terdakwa mengatakan, saat ketemu Kholid pada medio Agustus 2020 dan pada medio November 2020, terdakwa memesan beras sembari ngaku istrinya TNI.

Hal lainnya, disampaikan terdakwa, beras
dijual lagi dengan harga 280 Ribu padahal membeli beras dari korban seharga 300 Ribu. Hal tersebut, dilakukan 5erdakwa hingga 4 kali pemesanan. Pengakuan terdakwa bahwa selama ini beras dijual ke Mardiah.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending