Uswatul Ummah Ngaku, Bersuami TNI Dan Tinggal Di Rumah Dinas Tipu Korban 129 Juta.

61

Surabaya-basudewanews.com, Ulah Uswatul Ummah yang mengaku bersuami TNI AL dan menghuni di rumah dinas Komplek RSAL Flat Emergency Petugas 9 Kelurahan Jagir Kecamatan Wonokromo Surabaya, berbuntut guna jalani proses hukum di ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/9/2021).

Uswatul Ummah ditetapkan sebagai terdakwa lantaran, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Furqon Adi mendakwa perbuatan terdakwa secara sah melawan hukum sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 atau 372 KUHP.

Usai bacakan dakwaan JPU menghadirkan 2 orang saksi yaitu, M.Kholid dan Iskandar. Adapun, keterangan M.Kholid (korban) berupa, terdakwa sebelum memesan beras mengatakan, terdakwa adalah istrinya TNI AL yang tinggal di rumah Dinas memiliki 6 unit mobil.

Atas ungkapan terdakwa, korban percaya terdakwa memesan beras dengan sistem pembayaran jatuh tempo. Sebelum jatuh tempo pembayaran terdakwa memesan lagi beras dengan alasan agar bisa menyuplai permintaan dari Rumah Sakit AL (RSAL).

Lantaran, korban percaya serta pernah ke rumah terdakwa maka dikirim lah pesanan terdakwa.

Dari pemesan terdakwa saksi memiliki bukti nota pemesanan terdakwa yang belum dibayar sebanyak 4 lembar.

Masih menurutnya, Ke-empat nota sejumlah 129 juta belum dibayar terdakwa hingga korban pun, membawa perkara ini ke Meja Hijau.

Ia menambahkan, terdakwa saat ditagih malah mengancam korban jika dilaporkan ke polisi uangmu tidak akan kembali.

Sedangkan, Iskandar sebagai sopir yang pernah di Carter terdakwa guna mengambil beras ke korban, mengatakan, bolak balik kirim beras di toko terdakwa.

Lebih lanjut, saya diperintah terdakwa kirim ke tokonya di pasar beras Bendul Merisi Surabaya.
” Tiap pengiriman ke pasar beras Bendul Merisi Surabaya, saya mendapat upah 200 Ribu “, pungkasnya.

Atas keterangan kedua saksi yang di hadirkan JPU, terdakwa mengamini keterangan saksi.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan, terdakwa mengatakan, saat ketemu Kholid pada medio Agustus 2020 dan pada medio November 2020, terdakwa memesan beras sembari ngaku istrinya TNI.

Hal lainnya, disampaikan terdakwa, beras
dijual lagi dengan harga 280 Ribu padahal membeli beras dari korban seharga 300 Ribu. Hal tersebut, dilakukan 5erdakwa hingga 4 kali pemesanan. Pengakuan terdakwa bahwa selama ini beras dijual ke Mardiah.       MET.