Polsek Donomulyo, Kawal Pemakaman Pasien Covid19 Meninggal Dunia.

29

Malang-basudewanews.com, Pasien yang positif terpapar Covid19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kepanjen Malang, melalui data yang terkonfirmasi 2 pasien dinyatakan meninggal dunia (MD).

Dari data yang terkonfirmasi tersebut, Jajaran Polsek Donomulyo, melakukan pengawalan dalam prosesi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Ngrendeng RT 13 RW 03 Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang sesuai Prokes, Minggu (12/9/2021).

Sebagaimana yang dituturkan, pihak RS Kanjuruhan Malang, pasien memiliki riwayat penyakit, Diabetes dan Paru-paru.

Di RSUD Kanjuruhan Malang, pasien dengan nama Kadiyem (78) dilakukan pemeriksaan Swab Test Antigen. Alhasil dari pemeriksaan pasien dinyatakan positif, dalam usia yang rentan terpapar Covid19 mengalami sakit lemas, demam, batuk dan sesak nafas.

Dalam masa perawatan inap di RSUD Kanjuruhan Malang, pasien yang dirawat sejak Senin (6/9/2021) mengalami kondisi yang memburuk hingga Minggu (12/9/2021)
sekira pukul, 04 : 35 WIB, pihak RS menyatakan bahwa pasien telah MD. Selanjutnya, RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang kemudian melakukan proses pemulasaraan Jenazah sesuai Standar Operasional (SOP) dan Protokol Pasien Covid19.

Tampak hadir dalam prosesi pemakaman sesuai SOP Prokes, diantaranya, Kapolsek Donomulyo,AKP. Didik Dwiyanto, Kanit IK, Aipda. Murbito beserta Kepala Desa Sumberoto, Budi Utomo, Bhabinkamtibmas Desa Sumberoto, Bripka. Yudha, Babinsa, Serma.Budi Purwanto juga staff Kecamatan Donomulyo, Bambang, Yoyok dan Diki.

Sedangkan, dari tim medis yang juga turut dalam pemulasaran yakni, Bidan Desa, Tatik, Perawat Desa, Risma, Perawat Puskesmas Yuli Atmini serta beberapa perwakilan pihak keluarga.

Secara terpisah, Kapolsek Donomulyo, AKP.Didik Dwiyanto, saat ditemui, mengatakan, usai pemulasaran pihaknya, melakukan Tracing terhadap pihak keluarga yang mengalami kontak langsung dengan pasien yang MD.

Masih menurutnya, pihak keluarga yang mengalami kontak langsung yakni M.Suwaki dan Slamet. Kedua nama tersebut, dengan pasien yang MD adalah sebagai anak.

Lanjut, AKP.Didik Dwiyanto, agar Muspika mendukung Pemdes Sumberoto melaksanakan karantina mandiri hingga 14 hari terhadap 2 nama yang dimaksud sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid19 serta sebagai bentuk tindak lanjut pihak terkait dalam menjaga kekondusifan dilingkungan tempat tinggal Pasien MD.

Ia menambahkan, pihak Bhabinkamtibmas, Babinsa beserta Pemdes Sumberoto akan memberikan arahan dan pengertian melalui Tokoh Masyarakat sekitar rumah pasien Konfirmasi Positif Covid19 yang MD, agar warga sekitar tidak mudah termakan issue soal penyebaran virus Covid19.
” Semua pihak akan memberikan arahan maupun pengertian melalui, Tokoh Masyarakat setempat guna menghindari tindakan diskriminasi terhadap keluarga pasien yang MD. Warga agar tetap tenang dan selalu memperhatikan Prokes guna pencegahan penyebaran Covid19 “,pungkasnya.     MET.