Klinik Gigi Bhakti Kasih Jalan Raya Darmo 175 Surabaya, Seret Pegawai Admin Ke Ranah Hukum.

44

Surabaya-basudewanews.com, perkara dugaan penggelapan yang disangkakan terhadap Pinkan Tuada Saputri guna jalani proses hukum untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (9/9/2021).

Proses hukum memaksa Pinkan Tuada Saputri ditetapkan sebagai terdakwa lantaran, laporan Alwia Qarisa pemilik Klinik Gigi Bhakti Kasih Jalan Raya Darmo 175 Surabaya.

Terdakwa dianggap Alwia Qarisa telah menggelapkan uang pembayaran pasien. Diketahui, terdakwa adalah pegawai klinik Bhakti Kasih sebagai administrasi.

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Zulfikar tampak menghadirkan 3 orang saksi.

Dalam keterangan, Alwia Qarisa sampaikan keterangan berupa, terdakwa adalah pegawai admin di kliniknya.

Tiap pasien yang melakukan pembayaran tunai maupun transfer yang menerima adalah terdakwa.
” Terdakwa mengambil pembayaran yang tunai namun, dalam invoice tercatat dan uang tidak disetorkan “, bebernya.

Sedangkan, dokter Anita dalam keterangannya sebagai saksi mengatakan, ketika terdakwa ditangkap awalnya, menggunakan uang sebesar 20 Juta namun, setelah diserahkan bukti-bukti pembukuan melalui aplikasi akhirnya, terdakwa mengaku uang yang dipakai sebesar 37 Juta.

Masih menurut saksi, saat perkara ini dilaporkan ke polisi, temuan kerugian 37 Juta. Setelah dilaporkan, saksi berupaya membongkar data base pembayaran ada temuan kerugian 68 Juta.

Hal lainnya, saksi menunjukkan surat pengakuan terdakwa serta menunjukkan daftar nama pasien maupun penjumlahan pembayaran para pasien.

Asisten dokter, dalam keterangannya, menyampaikan, pasien selalu membayar ke kasir. Saksi pernah lihat, terdakwa ambil pembayaran pasien.
” Terdakwa ambil pembayaran pasien namun, saya tidak tahu jumlah yang diambil atau yang tidak disetorkan “, pungkasnya.

Usai, ketiga saksi yang dihadirkan JPU memberikan keterangan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi keterangan para saksi.
Adapun, tanggapan terdakwa yaitu, mengamini keterangan para saksi.

Atas perbuatannya JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 374 KUHP Juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.     MET.