Connect with us

Hukrim

Mochammad Kelvin Dan Tegar Febriansyah Dijerat Pasal 112 Dan 127. Jaksa Tuntut Pidana Bui Selama 3 Tahun.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Patungan nyabu dikamar kost jalan Kedung Baruk 16 no.24 Surabaya, berdampak Mochammad Kelvin dan Tegar Febriansyah statusnya, ditetapkan sebagai terdakwa guna diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (7/9/2021).

Ke-dua terdakwa digerebek Jajaran Polrestabes Surabaya, usai menikmati kristal putih dalam kamar kost. Dari pengerebekan ditemukan barang bukti (BB) seperti, alat hisap, sedotan, korek api dan sisa sabu dalam pipet kaca seberat 0,05 gram.

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Sisca, menjerat ke-dua terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 112 ayat (1) Juncto pasal 132 ayat (1) atau pasal 127 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika serta menuntut pidana bui selama 3 tahun.

Usai JPU membacakan tuntutan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap terdakwa guna sampaikan nota pembelaan. Dikesempatan tersebut, ke-dua terdakwa memohon keringanan atas tuntutan JPU.

Untuk diketahui, dalam perkara ini, Jajaran Polrestabes Surabaya, menetapkan Agus sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan, pengakuan ke-dua terdakwa menggunakan sabu hasil dari patungan sebesar 100 Ribu.   MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending