Merasa Tertipu, Saleh Ahmad ” Torkop ” Rekan Bisnis Berujung Ke Meja Hijau.

41

Surabaya -basudewanews.com, Perkara pemukulan (Torkop) atau penganiayaan yang menjadikan Saleh Ahmad sebagai terdakwa kembali jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (8/9/2021).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis tampak menghadirkan 2 orang guna dimintai keterangannya sebagai saksi. Adapun, 2 orang saksi yakni, Aulia Rahman (korban) dan Ahmad Baraja.

Aulia Rahman (korban) mengawali keterangannya, berupa, korban melaporkan perbuatan terdakwa ke Polrestabes Surabaya. Dasar korban melapor karena mengalami luka di bibir (disertai hasil visum) sehingga dirinya mengalami jahitan luka akibat di pukul terdakwa.

Masih menurut korban, peristiwa pemukulan terjadi saat berada di cafe Hollywings. Setelah peristiwa korban melaporkan ke Polsek setempat.

Lebih lanjut, korban tidak memungkiri adanya, perdamaian namun, dari perdamaian terdakwa berjanji akan mencabut laporan.
” Dipolres terdakwa minta saya tanda tangani. Terdakwa agak memaksa sedikit dengan janji akan cabut laporan di Polrestabes Surabaya “, paparnya.

Sedangkan, Ahmad Baraja, dalam keterangan menyampaikan, kenal dengan terdakwa dan korban karena sebagai teman.

Saya melihat korban kesakitan dan sebelumnya ada keributan antara korban dengan terdakwa. Usai keributan korban dilarikan ke salah satu Rumah Sakit (RS) terdekat.
” Saya tidak ikut mengantar korban saat dilarikan ke RS “, ujarnya.

Masih menurutnya, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terdakwa lakukan penganiayaan tapi saat pemukulan saya tidak tahu.
” Yang diketahuinya, korban kesakitan dan melihat bibir korban berdarah”, ucapnya.

Atas keterangan kedua orang saksi, terdakwa dalam kesempatan yang diberikan Majelis Hakim mengamini keterangan kedua saksi.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa. Pada agenda pemeriksaan terdakwa menyampaikan, korban telah menipu dalam hal kerjaan. Terdakwa mencari korban hingga bertemu di cafe Hollywings.

Saya melakukan ” Torkop ” (pemukulan) dengan keras di kepala korban dan diluar cafe Hollywings korban saya pukul sekali kena bagian bibir.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.   MET.