Connect with us

Daerah

Ketersediaan Vaksinasi Serbu Wilayah Kecamatan Donomulyo.

Published

on

Malang-basudewanews.com, Strategi berjuang untuk gesit dan mengurangi Pandemi Covid19 berupa, korelasi pemberian vaksin dosis ke I bagi anak dan siswa-siswi sekolah dilaksanakan Rabu, (8/9/2021).

Pemberian vaksin dari UPT Puskesmas Donomulyo, berlokasi di SMK 3 Malang, jalan.Trisula no 545 Sumberoto, Dusun Kalisangkrah Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.

Tampak dilapangan, Kepala Puskesmas Donomulyo, drg.Angga Annovita beserta Kapolsek Donomulyo, AKP.Didik.Dwiyanto,
Ketua Pelaksana Vaksinasi, dr.Anik Widayati,
Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3, Drs. Suib juga 27 tenaga kesehatan.

Melalui data kelola ada 361 siswa MAN 3, 180 MTS Negeri 5 dan 6 siswa SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo yang melaksanakan vaksinasi.

Beberapa anggota Jajaran Polsek Donomulyo yang turut melakukan pengamanan pelaksanaan vaksinasi yakni, Kanit Reskrim Polsek Donomulyo, Ipda.M.Arif Karnawan, Kasi Umum.Aiptu  Heru Sutrisno, Kanit Sabhara.Aiptu. Asari, Kanit Binmas, Aipda .Suwandi, Kanit IK.Aipda Murbito dan Bhabinkamtibmas Bripka.Yudha, Bripda Kafidz serta Babinsa, Serda. Sahid Endro

Dari pelaksanaan vaksinasi dosis ke I untuk siswa-siswi sebanyak 546 siswa namun, hanya 509 siswa yang memenuhi syarat melaksanakan vaksinasi dan pulang dalam keadaan sehat. Dari 37 siswa yang tidak memenuhi syarat dilakukan vaksinasi karena sakit.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending