6 Pos Penjagaan Perlintasan Kereta Api Tidak Aktif Gegara Kabel Dicuri, 2 Pria Di Adili.

30

Surabaya-basudewanews.com, 6 Pos penjagaan perlintasan kereta api tidak aktif guna menerima komunikasi lantaran, kabel jalur komunikasi mulai dari Stasiun Wonokromo hingga Waru dicuri oleh Mat Saleh bin Jito dan Abdurahman.Gegara perilaku keduanya diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (8/9/2021).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Dedy Arisandi hadirkan 2 saksi dari kepolisian setempat dan petugas KAI daops 8 Surabaya. Adapun kedua saksi yaitu, Aditya dan Agung Wahyu.

Dalam keterangan, Aditya salah satu petugas kepolisian setempat yang melakukan penangkapan terhdap kedua terdakwa.

Lebih lanjut, penangkapan dilakukan karena berdasarkan ada laporan penjaga perlintasan KAI, bahwa sarana komunikasi 6 pos penjagaan mulai dari stasiun Wonokromo hingga Waru mati.

Saksi bergerak menindak lanjuti laporan dan dilapangan melihat Mat Saleh sedang menggulung kabel sedangkan Abdurrahman menunggu di mobil jenis Avanza warna putih. Dalam pemeriksaan ditemukan 2 gulungan kabel berada dalam mobil Avanza serta kabel yang hendak digulung Mat Saleh.

Masih menurutnya, kabel komunikasi perlintasan KAI masing-masing dipotong 50 meter.
” Didalam mobil Abdurahman ditemukan barang bukti 2 gulungan kabel. Terkait, Mat Saleh saat ditangkap sedang eksekusi kabel yang sudah di potong “, bebernya.

Sedangkan, Agung Wahyu salah satu pegawai KAI Daops 8 mengatakan, kedua terdakwa mengambil kabel komunikasi perlintasan kereta api.

Diketahuinya, Mat Saleh menggulung kabel dan Abdurahman nunggu di mobil. Alat yang digunakan mencuri kabel berupa gergaji, rompi safety dan tang.

Saksi juga ikut lakukan penangkapan dibantu kepala penjaga pos palang pintu perlintasan kereta api.

Dampak dari perbuatan kedua terdakwa, beresiko terlambat memberitahu di tiap-tiap pos penjagaan akan terjadi tabrakan pengguna jalan dengan kereta api.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim, Jan Manopo memberikan kesempatan terhadap kedua terdakwa. Dalam kesempatan tersebut, kedua terdakwa mengakui keterangan saksi.

Atas perbuatan terdakwa JPU menjerat keduanya sebagaimana yang diatur dalam pasal 363 KUHPidana.       MET.