Connect with us

Daerah

Pemakaman Pasien Porbable Covid19 Yang Meninggal Dunia Di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Published

on

Malang-basudewanews.com, Kedatangan jenazah akibat Porbable Covid19 yang Meninggal Dunia di makamkan Tempat Pemakaman Umum (TPU),Dusun Karangrejo Selatan RT 25 RW 11 Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang dilaksanakan Selasa (7/9/2021).

Beberapa pasien yang memiliki riwayat penyakit batuk dan sakit perut akhirnya, meninggal dunia diantaranya, Ngadirah (80), desa Karangrejo Selatan RT 22 RW 11 desa Purworejo.

Sebelumnya, Ngadirah pada Minggu (5/9/2021) di larikan ke Puskesmas guna dilakukan pemeriksaan hingga dilakukan pemeriksaan Saturasi Oksigen 55 dan Rapid Antigen dengan hasil Positif kemudian di anjurkan rujuk Ke Rumah Sakit namun, pihak keluarga menginginkan di rawat di Puskesmas Donomulyo.

Pada, Selasa (7/9/2021) pasien Ngadirah mengalami penurunan kesadaran dan dinyatakan Meninggal Dunia kemudian dilakukan proses pemulasaran Jenazah sesuai SOP dan Protokol Pasien Covid-19 di RSUD Kanjuruhan.

Pada sesi pemakaman tampak hadir yakni,
Kapolsek Donomulyo, AKP.Didik Dwiyanto, Kanit IK Aipda.Murbito, Kepala Desa Purworejo, Jiran serta Bhabinkamtibmas Desa Purworejo Bripka.JADUG AGUNG P, Babinsa Desa Purworejo Serma.Budi dan
Staf Kecamatan Donomulyo, Yoyok maupun Diki, Bidan Desa, Amd. Keb.Sri Budsiana perawat Desa, Amd Keb.Rianti, perawat Puskesmas Yuli Atmini juga perwakilan keluarga, petugas pemakaman jenazah Covid19.

Sedangkan, data yang berhasil dihimpun dilapangan, beberapa warga Tracing kontak dengan pasien Covid19 yakni, Siti (45) desa Karangrejo Selatan RT 22 RW 11 desa Purworejo (hubungan dengan pasien adalah anak lantaran se-rumah), Rinanto (48) desa Karangrejo Selatan RT 22 RW 11 desa Purworejo (hubungan dengan pasien adalah menantu lantaran se-rumah), Radit (14) desa Karangrejo Selatan RT 22 RW 11 Desa Purworejo (hubungan dengan pasien adalah Cucu lantaran se-rumah), Salwa (7) desa Karangrejo Selatan RT 22 RW 11 Desa Purworejo (hubungan dengan pasien adalah Cucu lantaran se-rumah).

Dalam hal tersebut, pasien porbable Covid19 tercatat dalam data base Satgas Covid19 Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Sementara, Kapolsek Donomulyo,AKP.Didik Dwiyanto, dalam prediksi mengatakan,
pelayat yang datang di rumah almarhum kurang memperhatikan protokol kesehatan, yang dapat menciptakan klaster baru di lingkungan Dsn Karangrejo Selatan RT 22 RW 11 Desa Purworejo Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Terkait, adanya penolakan dan upaya diskriminasi terhadap keberadaan serta aktifitas dari keluarga pasien yang meninggal dunia oleh warga sekitar maupun
munculnya berita hoax, terkait status dari pasien yang meninggal dunia maka pihaknya merekomendasikan, agar Muspika mendukung Pemdes Donomulyo, untuk menyarankan terhadap Keluarga (Kontak Erat) Pasien MD untuk karantina mandiri hingga 14 hari sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid19 serta sebagai bentuk tindak lanjut pihak terkait dalam menjaga lingkungan yang kondusif. Apalagi tempat tinggal Pasien yang meninggal dunia.

Lebih lanjut, Pemdes dan jajaran terkait untuk memberikan himbau kepada pihak keluarga tidak melakukan Tahlil (Doa Bersama) yang menghadirkan massa/tetangga dalam jumlah besar guna menghindari terjadinya kerumunan massa guna pencegahan penyebaran Covid19.

Diujung pembicaraan, AKP.Didik Dwiyanto, berharap, Bhabinkamtibmas, Babinsa beserta Pemdes memberikan arahan dan pengertian melalui, Tokoh Masyarakat sekitar rumah pasien Porbable yang meninggal dunia.

Warga sekitar, jangan mudah termakan issue soal penyebaran virus Corona sehingga melakukan tindakan diskriminasi terhadap keluarga Pasien yang meninggal dunia.
” Warga agar tetap tenang dan selalu memperhatikan Prokes untuk pencegahan penyebaran Covid19 “, pungkasnya.    MET.

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Pemda MBD Dan DPRD Diminta Segera Perbaiki Infrastruktur Yang Rusak Pasca Gempa Dan Banjir

Published

on

Basudewa – MBD, Pasca Gempa dan Banjir yang melanda Desa Rotnama beberapa hari lalu yang mengakibatkan kerusakan terhadap Infrastruktur di Desa tersebut, sehingga Pemerintah Daerah Maluku Barat Daya dan DPRD diminta secepatnya membangun kembali sarana prasarana yang telah hancur seperti Jembatan, Drainase maupun Tanggul.

Kepala Desa Rotnama, Terpianus Hadulu, melalui, layanan pesan WhatsApp, pada (26/01/2023) mengatakan, saya berharap, Pemda dan DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya,segera memperbaiki Infrastruktur di Desa kami yang telah hancur pasca Gempa dan Banjir yang melanda Desa Rotnama pada beberapa hari terakhir.

Masih menurutnya, Desa kami di kelilingi oleh, dua buah sungai jadi perlu di bangun tanggul dan jembatan secepatnya.

” Pihaknya, berharap, peran Pemda dan PRD Kabupaten MBD guna melakukan perbaikan infrastruktur, sebab kalau tidak maka kalau curah hujan yang deras maka akan terjadi banjir karena kedua sungai tersebut, meluap ,” paparnya.

Sementara, pekerjaan Drainase yang baru dikerjakan kampung (Desa) dengan ukuran 200 meter,baru saja di kerjakan 110 meter pada tahun 2022, kemarin telah rusak walau sudah di perbaiki.

” Pasalnya, pekerjaan Drainase tersebut, diduga tidak sesuai spek maupun RAB. Sehingga, saat air sungai meluap masuk ke pemukiman warga Desa Rotnama ,” ungkap Kades,

Beta (saya ) kemarin sudah sampaikan, kepada Ketua Komisi A dan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat melakukan kunjungan di Desa kami,

Bahwa dua sungai tersebut, yang ada diantara kiri dan kanan Desa itu, tidak bisa bangun plat deker tapi harus bangun jembatan.

Lantaran, setiap turun hujan 2-3 hari air akan meluap maka akan terjadi banjir merendam rumah warga desa kami.

” Saya berharap, Pemda dan DPRD jangan sebatas lihat saja tetapi segera dikerjakan sehingga ke depan tidak lagi terjadi banjir seperti yang terjadi pada hari kemarin ,” pungkasnya.            Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending