Connect with us

Hukrim

Sepasang Kekasih Buang Janin Usai Aborsi, Diamankan Polrestabes Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sepasang kekasih buang janin di Septi Tank salah satu hotel yang ada di Jalan.Kusuma Bangsa, Surabaya, Senin (6/9/2021).

Sepasang kekasih akhirnya, ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya.Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Achmad Yusep Gunawan, dalam jumpa pers mengungkapkan, kasus ini terkuak setelah mendapat laporan dari pihak hotel.

Tim langsung bergerak dan berhasil menangkap 3 tersangka yang berhasil di amankan. Ketiga tersangka yakni, NB dan AX (pasangan kekasih) serta NH sebagai penyuplai obat dan membantu proses pengguguran janin.
” Kedua pelaku sudah dilakukan penahanan sedang AX masih di Kalimantan karena belum vaksin sehingga belum bisa ke sini (surabaya) “, ujarnya.

Kedua pelaku usai melakukan aborsi lantas membuang janin yang baru berumur 5 bulan ke dalam kloset hotel.
“Dibuang di kloset hotel dan ditemukan petugas cleaning service di dalam Septi Tank “, bebernya.

Dalam pencarian didapati pelaku telah berada di hotel kawasan Malang. Penangkapan terhadap NB dalam keadaan lemas, ditemukan beberapa obat penggugur kandungan serta bercak darah di celana dalam sedangkan NH berhasil di tangkap di Surabaya.

Buah dari perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 77A Juncto pasal 45 A Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara.     MET/AR.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sidang Gugatan Nikah Beda Agama Tertunda Penasehat Hukum Penggugat Menilai Pengadilan Negeri Surabaya Langgar Azas Peradilan Cepat Dan Berbiaya Murah

Published

on

Basudewa – Surabaya, Peran agama dalam mengesahkan pernikahan atau syarat sahnya nikah dalam Islam tidak dipergunakan lagi telah memicu gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Atas penetapan pernikahan beda agama, tersebut, pihak Pengadilan Negeri Surabaya, menjadi sebagai Tergugat dan turut Tergugat yakni, Dispendukcapil Kota Surabaya.

Dipersidangan yang bergulir, pada Rabu (12/2022), Sang Pengadil terpaksa menunda persidangan gugatan atas penetapan nikah beda agama.

Hal yang mendasari, ditundanya persidangan, melalui, Penasehat Hukum Penggugat yaitu, Sutanto dan Bachtiar Yusuf, kepada basudewanews.com, mengatakan, pihaknya, menyesalkan, penundaan persidangan.

Dalam hal penundaan, pihak Pengadilan Negeri Surabaya, sendiri tidak sesuai dengan azas peradilan cepat dan biaya murah.

” Persidangan ini, sangat lama sekali dan sangat bertele-tele. Entah bagaimana kok bisa bertele-tele seperti ini.
Seharusnya, sesuai azas peradilan cepat dan biaya murah,” tuturnya.

Masih menurutnya, Pengadilan Negeri Surabaya, sendiri selain, kami gugat juga melanggar azas peradilan yakni, tidak melaksanakan peradilan cepat dan berbiaya murah.

Dengan kondisi seperti ini, pihaknya, mau tidak mau ya !, terpaksa mengikuti proses peradilan.

Dipersidangan yang beragenda pembuktian surat, pihak Pengadilan Negeri Surabaya, sebagai Tergugat hadir namun, turut Tergugat yakni, Dispendukcapil Kota Surabaya, tidak hadir.

Hal diatas, menurut Penasehat Hukum Penggugat, Bachtiar Yusuf, menilai, sebenarnya, tidak menjadi masalah turut Tergugat tidak hadir di persidangan ini.

Namun, Sang Pengadil, justru menunda persidangan lantaran, turut Tergugat tidak hadir. Adapun, alasan Sang Pengadil, yakni, agar dipersidangan mendatang turut Tergugat bisa melihat agenda pembuktian surat.

Pada persidangan mendatang, pada (11/1/2023), jika turut Tergugat tidak hadir maka Sang Pengadil, akan menyatakan, sikap yaitu, melanjutkan persidangan.

Lebih lanjut, Bachtiar Yusuf, mengatakan, pada persidangan mendatang, pihaknya, juga berencana akan menghadirkan saksi saksi diantaranya, dari PBNU, Muhammadiyah serta dari perkumpulan Penghulu.

Disinggung, terkait para pemuka agama yang lain, Bachtiar Yusuf, menanggapi, pihaknya tidak menyertakan pemuka agama lain dalam agenda saksi.

Sebagaimana diketahui, di Kristen sendiri juga tidak diperbolehkan nikah beda agama. Namun, ada pengecualian yakni, Dispensasi.

” Dispensasi sendiri dalam Islam tidak ada. Secara jelas Islam melarang dan kami berjuang ini ,” pungkas Bachtiar Yusuf.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending