Connect with us

Peristiwa

Rayakan Ultah Yang Ke III, Tumbuhkan Harapan Anak Yatim Guna Menginisiasi GNKI.

Published

on

Surabaya-basudewanees.com, Rayakan Ultah yang ke III , Gerakan Nasionalisme Indonesia (GNKI) berbagi kebahagiaan berupa, membagikan santunan dan sembako terhadap anak yatim di Gedung Pramuka Jalan.Karah Surabaya, pada Ahad (5/9/2021).

Sesi perayaan Ultah GNKI secara resmi dibuka oleh, salah satu anggota GNKI Rumi Ramunawi Ningsih yang biasa akrab dipanggil Wiwin. Disela-sela perayaan, Wiwin tampak potong tumpeng guna diserahkan terhadap Dewan Komisi D Kota Surabaya, Siti Maryam yang juga Pembina GNKI sebagai simbolis perayaan Ultah.

Ditengah meriah perayaan, GNKI sadari anak yatim butuh dukungan sosial guna tumbuhkan harapan maka sebanyak 25 anak yatim turut larut disesi perayaan. Langkah menginisiasi GNKI untuk menyelamatkan anak yatim diwujudkan berupa, memberi santunan dan berbagi sembako.

Turut hadir, beberapa komunitas semakin menambah meriah perayaan Ultah yang ke III.

Sementara, Siti Mariyam, kepada basudewanews.com, mengatakan, bahwa dirinya yakin GNKI adalah orang-orang yang tulus, taat dan peka guna memberikan bantuan.
” Saya yakin, dengan perayaan Ultah yang ke III GNKI bisa memberikan bantuan sebisa mungkin terhadap masyarakat yang membutuhkan”, tuturnya.

Saya berharap, mudah-mudahan GNKI kedepan nya semakin kompak dan solid serta mampu merealisasikan program-programnya.

Beberapa program GNKI diantaranya, melakukan pendampingan pasien, membantu bencana alam dan lain-lain. Kita tingkatkan lagi untuk membangun soliditas yang ada sembari meningkatkan program-programnya.

Kedepan, soliditasnya harus di bangun dan membuka jaringan yang lebih luas guna GNKI bisa berperan aktif membantu masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Bila perlu, yang masih teringat dalam benak kita, pelecehan seksual anak-ana Paud di Kediri bahwa rekan-rekan GNKI terus mengawal, memantau kasus tersebut.

Mudah-mudahan, GNKI semakin menyebar kebaikan, bisa menjadi semangat bahwa GNKI masih ada dan peduli.   YOK.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending