PTPN X Sebut, UD.Pawon Sejahtera Milik Camelia Sofyan Ali Tidak Pernah Ikut Lelang.

45

Surabaya-basudewanews.com, Camilia Sofyan Ali (terdakwa) kesandung perkara gula 90 ton untuk ke-tiga kalinya membuat Soni Krisdianto merugi 800 Juta, berlanjut ke meja hijau Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (2/9/2021).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya,Darwis, hadirkan Wahab untuk didengar keterangannya sebagai saksi.

Adapun keterangan yang disampaikan berupa, saya tahu terdakwa ditahan karena kasus gula. Dalam hal ini, saya pemodal
sedangkan keponakannya yang memesan gula terhadap terdakwa.

Hal keterangan saksi diamini oleh, terdakwa.

Sedangkan, Nurul Hidayati, dalam keterangan dibacakan JPU, yakni, mengetahui pemesanan deri lelang PTPN X.
” yang boleh lakukan lelang adalah pihak PTPN X melalui usulan direksi maka dilakukan lelang dan yang diundang dalam lelang adalah rekanan yang sudah terdaftar”, ucapnya.

Lebih lanjut, pemenang lelang membayar lunas lalu pengambilan barang membawa DO (delivery order) yang ditujukan ke PG (pabrik gula). Setelah terverifikasi DO maka bisa dilakukan pelayanan.

Masih menurut saksi, yang dibawah naungan PTPN adalah PG Mojokerto, PG Jombang, PG Lestari, PG Ngadirejo Kediri dan Tulungagung.

Seingat saksi, bahwa alamat Kendangsari Surabaya, UD.Pawon Sejahtera tidak pernah ada ikuti lelang di PTPN X.
” Setelah melakukan pengecekan di pasaran tidak ada nama UD.Pawon Sejahtera atau nama terdakwa melakukan pembelian gula di PTPN X “, bebernya.

Dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim guna menanggapi keterangan saksi yang dibacakan JPU, terdakwa sampaikan, semua keterangan diatas ada yang tidak benar.

UD. Pawon Sejahtera (milik terdakwa) memang tidak pernah ikuti lelang di PTPN X.
” Saya membeli gula jumlah besar dari pemenang lelang. Selebihnya, keterangan saksi yang dibacakan JPU diakuinya “, pungkas terdakwa.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHP.    MET.