Connect with us

Hukrim

PTPN X Sebut, UD.Pawon Sejahtera Milik Camelia Sofyan Ali Tidak Pernah Ikut Lelang.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Camilia Sofyan Ali (terdakwa) kesandung perkara gula 90 ton untuk ke-tiga kalinya membuat Soni Krisdianto merugi 800 Juta, berlanjut ke meja hijau Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (2/9/2021).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya,Darwis, hadirkan Wahab untuk didengar keterangannya sebagai saksi.

Adapun keterangan yang disampaikan berupa, saya tahu terdakwa ditahan karena kasus gula. Dalam hal ini, saya pemodal
sedangkan keponakannya yang memesan gula terhadap terdakwa.

Hal keterangan saksi diamini oleh, terdakwa.

Sedangkan, Nurul Hidayati, dalam keterangan dibacakan JPU, yakni, mengetahui pemesanan deri lelang PTPN X.
” yang boleh lakukan lelang adalah pihak PTPN X melalui usulan direksi maka dilakukan lelang dan yang diundang dalam lelang adalah rekanan yang sudah terdaftar”, ucapnya.

Lebih lanjut, pemenang lelang membayar lunas lalu pengambilan barang membawa DO (delivery order) yang ditujukan ke PG (pabrik gula). Setelah terverifikasi DO maka bisa dilakukan pelayanan.

Masih menurut saksi, yang dibawah naungan PTPN adalah PG Mojokerto, PG Jombang, PG Lestari, PG Ngadirejo Kediri dan Tulungagung.

Seingat saksi, bahwa alamat Kendangsari Surabaya, UD.Pawon Sejahtera tidak pernah ada ikuti lelang di PTPN X.
” Setelah melakukan pengecekan di pasaran tidak ada nama UD.Pawon Sejahtera atau nama terdakwa melakukan pembelian gula di PTPN X “, bebernya.

Dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim guna menanggapi keterangan saksi yang dibacakan JPU, terdakwa sampaikan, semua keterangan diatas ada yang tidak benar.

UD. Pawon Sejahtera (milik terdakwa) memang tidak pernah ikuti lelang di PTPN X.
” Saya membeli gula jumlah besar dari pemenang lelang. Selebihnya, keterangan saksi yang dibacakan JPU diakuinya “, pungkas terdakwa.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending