Connect with us

Hukrim

Dimas Abimanyu Berdalih, Tidak Ketahui Surat Kuasa Palsu.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang bagi Dimas Abimanyu (terdakwa) dengan agenda mendengar keterangan Kurator,Ahmad Fajrin dan berlanjut dengan agenda pemeriksaan terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (2/9/2021).

Dipersidangan, Ahmad Fajrin dalam keterangannya, mengatakan, bahwa dalam putusan PKPU dltelah diajukan ke debitur Dirut PT Gusher Tarakan. Sebelumnya, upaya mediasi gagal dan menyatakan PT Gusher pailit.

Sedangkan, Lenny selaku kreditur dalam gugatan diwakili Fahrul Siregar, Hendra (anak kandung Fahrul Siregar) dan terdakwa.

Masih menurutnya, selama proses sidang Leny tidak pernah hadir juga tidak pernah lihat pengajuan permohonan.

Usai saksi sampaikan keterangan, terdakwa menanggapi berupa, karena terdakwa tidak tahu siapa yang bersengketa dalam perkara gugatan PKPU.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku pernah ajukan gugatan pailit PT.Gusher bersama Fahrul Siregar untuk mewakili Lenny

Lebih lanjut, terdakwa sampaikan, dasarnya mewakili surat kuasa dan terdakwa turut bertandatangan juga pernah ketemu Leny hingga selesai persidangan.

Dalih terdakwa, sidang gugatan PKPU diikuti nya sekali dan terdakwa tidak ketahui surat kuasa itu palsu.
” Saya tidak tahu kalau surat kuasa itu palsu. Saya baru mengetahuinya, setelah ada laporan hingga dijadikan sebagai terdakwa “, pungkasnya.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending