Connect with us

Hukrim

Investasi Nikel Ratusan Milyard Raib, Venansius Niek Widodo Diproses Hukum.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Ratusan Milyard raib tak berbekas, tambang nikel di Kabaena, diduga hanya modus berdampak  Venansius Niek Widodo harus jalani proses hukum sebagai terdakwa. Sidang lanjutan, bergulir Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis hadirkan 3 orang saksi yang menjadi korban.

Adapun ke-tiga saksi korban, tampak Sisi Tanaya mengawali keterangannya, dihadapan Majelis Hakim, Suparno. Dalam keterangan disampaikan, bahwa mengenal Venansius Niek Widodo (terdakwa) sejak 2017 silam.

Terdakwa menawarkan investasi tambang nikel di Kabaena dengan keuntungan 10 persen dari nilai yang diinvestasikan.

Saksi merasa tertarik sehingga menginvestasikan dana sebesar 120 Milyard. Dana investasi ditransfer secara bertahap kemudian saksi mengaku, pernah mendapatkan laba namun, tidak diambil karena ditambahkan investasi.
” Besaran laba sudah tidak diingatnya, semua saya tambahkan untuk investasi”, paparnya.

Saksi mengatakan, hingga perkara berlanjut ke muka persidangan tidak ada mediasi guna terdakwa kembalikan uang.
” Terdakwa hanya janji-janji tidak pernah realisasi “, ucapnya.

Sesi selanjutnya, Rudi Efendi Oei dalam keterangannya, menyampaikan, kenal dengan terdakwa sejak 2017 silam.

Masih menurutnya, saksi pernah bertemu dengan terdakwa di Jalan. Mayjend Sungkono, Surabaya.

Pada pertemuan kedua, terdakwa mengaku sebagai pemilik PT.Bintang dan membahas tambang nikel. Pekerjaan tambang nikel butuh modal maka saksi Investasi dana sebesar 78 Milyard dengan iming-iming mendapat laba 10 persen.

Modal investasi 78 Milyard di kirim secara bertahap sejak Mei hingga Maret. Sayangnya, dana yang sudah diinvestasikan tidak kembali dan tidak pernah mendapatkan laba.

Sedangkan, Dirut keuangan PT.Triforma, Steven mengatakan, dana 51 Milyard, kerjasama investasi tambang nikel
sebenarnya, milik PT.Aditya.
” Saksi mewakili PT.Aditya guna melakukan investasi ke Venansius Niek Widodo “, ucapnya.

Atas modus operandi terdakwa, ketiga saksi dimuka persidangan merugi ratusan Milyard.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending