Antony Tanuwidjaja Dan Diana Tanuwidjaja Hadirkan Saksi A De Charge.

57

Surabaya-basudewanews.com, Perkara kredit 200 Milyard di Bank Danamon yang melibatkan Antony Tanuwidjaja dan Diana Tanuwidjaja (keduanya terdakwa) dari PT. Bukit Baja Asia (BBA) kembali jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (2/9/2021).

Kedua terdakwa dalam sidang lanjutan, menghadirkan saksi A De Charge (meringankan) yakni, Hendra mantan karyawan PT.BBA. Keterangan Hendra dimuka persidangan yaitu, sebagai kurir saya kerap mengantarkan dokumen ke Bank Danamon.
” Hampir dua kali dalam sepekan saya mengantar dokumen. Seingatnya, pernah dokumen ditolak Bank Danamon terkait, stempel maupun nominal dalam Cek “, ucapnya.

Hal lainnya, disampaikan, saat kirim dokumen ke Bank Danamon tidak ada buku ekspedisi.
” Tidak ada buku ekspedisi saat saya mengirim Yang Mulia “, jawab saksi.

Secara detail isi dokumen yang diantarnya, saya tidak tahu karena hanya mengantar saja.

Diujung persidangan, Penasehat Hukum kedua terdakwa memohon Majelis Hakim guna hadirkan saksi A De Charge untuk yang kedua kali.

Dalam hal ini, Direktur, Antony Tanuwidjaja (terdakwa) dan Direktur Utama, Diana Tanuwidjaja (terdakwa) PT.Bukit Baja Anugrah (BBA) menerima kucuran dana pinjaman bank Danamon Open Account Financing OAF (pemberian fasilitas pembiayaan berdasarkan penilaian resiko korporat) mencairkan dana pinjaman sesuai kebutuhannya yang ditujukan ke rekening pribadi Direktur, PT. Perwira Asia Baja Tama (PAB) Ali Suwito (terdakwa).

Atas lantaran, Direktur PT.PAB Ali Suwito (terdakwa) turut andil bikin invoice seolah-olah ada jual beli baja dengan PT.BBA. Padahal secara fakta tidak ada jual-beli (fiktif) maka cair-lah kucuran pinjaman dan meski Ali Suwito (terdakwa) sudah mengembalikan semua dana ke PT.BBA berarti perbuatannya sudah terjadi.
” Kalaupun Ali Suwito (terdakwa) sudah mengembalikan uang ke PT.BBA apa perkara lunas ?, ya tidak ! , ” ucap JPU.     MET.