Pegawai Pertamina Ngebet Kawin Lagi Palsukan Status, Diproses Ke Meja Hijau.

47

Surabaya-basudewanews.com, Bambang Kesuma (terdakwa) pegawai Pertamina ngebet kawin lagi, nekat palsukan statusnya sebagai perjaka tulen. Padahal, sudah beristri. Akibatnya, terdakwa harus jalani proses hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Proses hukum terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (30/8/2021),dengan agenda mendengar keterangan 3 orang saksi yang sengaja dihadirkan oleh, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista.

Adapun, ke-tiga saksi yakni, Tono, AJID dan Sabran. Mengawali keterangan sebagai saksi yaitu, petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Semampir Surabaya, Sabran.

Dihadapan Majelis Hakim, Sabran menyampaikan, bahwa mengenal terdakwa di KUA Semampir, lantaran yang menikahkan terdakwa dengan Carolina (istri muda terdakwa), pada medio (4/2/2019) silam.

Lebih lanjut, terdakwa ajukan persyaratan, berupa, surat-surat dari kelurahan yang notabene statusnya masih perjaka.
” Ia menerima surat persyaratan pengajuan menikah dari Asmari (biro jasa). Dalam akad pernikahan yang menjadi saksi, Asmari dan Herman Supeno “, bebernya.

Hal lainnya, saksi juga pernah diperiksa Polda Jatim. Setelah diperiksa saksi baru mengetahui ternyata status terdakwa sudah beristri.
” Keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polda Jatim, adalah benar “, terangnya.

Sesi selanjutnya, M.Ajid juga Petugas KUA, mengatakan, bahwa ia tidak kenal dengan terdakwa.

Diketahuinya, dalam catatan register buku pernikahan terdakwa adalah asli namun, ia tidak tahu kalau ada gugatan cerai terdakwa dengan istrinya.

Masih menurutnya, ia yang menikahkan terdakwa di KUA Mojokerto. Dalam catatan terdakwa secara sah melakukan pernikahan.

Sedangkan,Tono dalam keterangannya, menyampaikan, bahwa dirinya kenal dengan terdakwa.

Diketahui saksi, terdakwa menikah dengan Carolina Putri lantaran, sebagai tetangga dan pernah diundang hajatan tasyakuran pernikahan.

Dalam keterangan Soiman yang dibacakan JPU berupa, bahwa ia tidak mengetahui pernikahan terdakwa dengan Carolina.

Dirinya, baru mengetahui saat dipanggil Polda Jatim guna dimintai keterangan dan tidak mengetahui bahwa terdakwa sudah beristri Martha.

Proses hukum berlanjut, dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Dalam keterangan terdakwa melakukan pernikahan dengan Martha pada medio (14/9/2021) dan memiliki 2 orang anak.

Pengakuan terdakwa, yang mengamini telah kawin dengan Carolina. Sayangnya, terdakwa berkelit, saat pernikahan dengan Carolina statusnya telah cerai dengan Martha.

Namun, dalam perkara tersebut, justru Martha melaporkan terdakwa karena telah melakukan pernikahan dengan Carolina dengan status masih perjaka.Padahal, hingga terdakwa harus jalani proses hukum di Meja Hijau upaya gugatan cerai masih Kasasi di Mahkamah Agung.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana dalam pasal 279 dan 263 KUHP dengan ancaman maksimal 6 hingga 7 tahun pidana penjara.      MET.