Connect with us

Hukrim

Jaksa Tuntut 4 Tahun Pidana Penjara Bagi Venansius Niek Widodo.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang  agenda bacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Zulfikar disampaikan di muka persidangan. Adapun, yang disampaikan dalam tuntutan yakni, JPU menuntut pidana penjara bagi Venansius Niek Widodo (terdakwa) selama 4 tahun.

Bacaan tuntutan dibacakan diruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (30/8/2021).

Usai bacaan tuntutan, Penasehat Hukum terdakwa memohon waktu 7 hari kedepan guna sampaikan nota pembelaan.

Untuk diketahui, Venansius Niek Widodo ditetapkan sebagai terdakwa atas sangkaan tipu gelap yang berakibat Soewondo merugi sebesar 75 Milyard.

Kerugian Soewondo, lantaran, investasi bodong yang terbingkai dalam kerjasama beberapa perusahaan pertambangan nikel dengan melibatkan Venansius Niek Widodo (terdakwa) dan Hermanto Oerip (berkas terpisah).

Di persidangan sebelumnya, inti keterangan 4 saksi yang dibacakan, menyatakan, uang Soewondo yang di investasikan ke PT. Rockstone Mining Indonesia sebesar 75 Milyard.

Masih pada keterangan 4 saksi yang dibacakan, dana investasi Soewondo di PT. RMI telah dicairkan oleh, terdakwa. Padahal menurut keterangan Soewondo (korban) di awal persidangan mengatakan, terdakwa tidak termasuk dalam struktur PT.RMI.

Dugaan kolaborasi atau komplotan telah tersusun rapi. Bagaimana tidak rapi, terdakwa yang tidak termasuk dalam struktur PT.RMI bisa mencairkan uang Soewondo yang di investasikan ke PT.RMI.

Masih menurut, istri Soewondo (korban) dalam keterangannya, menyampaikan, bahwa PT.RMI adalah fiktif.
” Semua kegiatan fiktif semua ,” ungkap istri korban.

Atas keterangan, istri korban terdakwa malah berkelit bahwa ia juga sebagai korban.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending