Connect with us

Hukrim

Ahmad Nur Sulaiman Pesan Tembakau Gorila 5 Gram Via Instagram Berujung Di Meja Hijau.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Berakhir di meja hijau guna jalani proses hukum bagi Ahmad Nur Sulaiman (terdakwa) gegara memesan tembakau sintetis jenis Gorilla seberat 5 gram, melalui Instagram.

Dipersidangan, Kamis (26/8/2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Sri Winarni dan Okky, tampak menghadirkan saksi yaitu, David Dwi Indayono.

Melalui jejaring via Instagram, terdakwa memesan tembakau Gorilla , dari pemesanan via Instagram barang yang rencana dikirim melalui paket diendus oleh Jajaran Polda Jatim.

Barang pesanan ternyata masih di biro paket Jalan.Sukolilo Surabaya, maka Jajaran Polda Jatim, meminta guna dilakukan koordinasi saat akan mengirim barang tersebut ke terdakwa. Saat barang dikirim dan terdakwa menerima paketan langsung diamankan dan dilakukan pemeriksaan.

Alhasil, dari pemeriksaan barang paketan memang berisi tembakau sintetis jenis Gorilla seberat 5 gram.

Lebih lanjut, saksi, sampaikan, pengakuan terdakwa barang yang dipesan dari Sugeng yang berada di area Apollo Gempol memang tembakau sintetis jenis Gorilla. Sedangkan, Sugeng juga sudah diamankan oleh Jajaran Polda Jatim.

Hal lainnya, terdakwa, amini tembakau sintetis jenis Gorilla dipesannya untuk digunakan sendiri.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa, dihadapan Majelis Hakim, terdakwa mengaku baru sekali memesan tembakau sintetis jenis Gorilla. Dalih terdakwa gunakan tembakau Gorilla untuk doping stamina karena pekerjaannya sebagai satpam.

Atas perbuatannya, JPU menjerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending