Connect with us

Daerah

Kontraktor SDN Sambungrejo Kecamatan Modo, Diduga Gunakan Pasir Dan Bata Merah Tak Layak.

Published

on

Lamongan-Basudewanews.com, Program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jawa Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya mendapat kucuran anggaran dana APBN untuk 10 SDN wilayah Lamongan dan Bojonegoro senilai Rp 23.305.627.000,00 tanggal 12 April 2021.

Melalui informasi dilapangan, pengerjaan SDN Sambungrejo,Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, bangunan dengan bahan material diduga, tidak sesuai pasir lembut (ada sumpilnya) untuk dasaran pasang paving, untuk dinding maupun pengecoran bawah tanah.

Namun, diduga bangunan tidak akan bertahan lama (akan rusak), karena pasir yang digunakan terindikasi dari Bojonegoro, yang tidak layak pakai dan asal jadi.

Hal lainnya, pemasangan bata merah untuk dinding sangat jelek dan murah dan gembur, tidak layak dan asal jadi hal tersebut, diindikasikan adanya pelanggaran sehingga PT.Rhino Perkasa dari Jawa Tengah (kontraktor), Konsultan supervisi, PT.Parigraha.

Ketika akan di konfirmasi awak media tanggal 24 – 8 -2021 konsultan atau mandor tidak ada di tempat dan hal seperti ini tidak patut karena pembangunan melalui, anggaran APBN yang disalurkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Diharapkan, para aparat penegak hukum dari KPK,BPK pusat Kejaksaan dan Polda segera melakukan pantauan atas pekerjaan tersebut.    SPN.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending