Connect with us

Hukrim

Jaksa Tanggapi Pledoi, Solekan Dan Abdul Muiz Tetap Pada Nota Pembelaan.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Hari Basuki, sampaikan tanggapannya atas nota pembelaan kedua terdakwa.Tanggapan JPU dibacakan pada Selasa (24/8/2021)  diruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya.

Adapun, inti tanggapan JPU yaitu, bahwa didepan persidangan, pada diri kedua terdakwa tidak diperoleh atau ditemukan hal yang dapat dijadikan dasar sebagai penghapus pidana maka nota pembelaan kedua terdakwa yang disampaikan melalui Penasehat Hukumnya harus ditolak dan sudah seharusnya kedua terdakwa dijatuhi pidana. Hal lainnya, JPU tetap pada tuntutannya yakni, pidana penjara selama 30 bulan.

Usai bacakan tanggapan, Majelis Hakim, Martin Ginting, memberi kesempatan terhadap Penasehat Hukum kedua terdakwa guna sampaikan tanggapannya.

Dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim, Penasehat Hukum kedua terdakwa menyampaikan tetap pada nota pembelaan.

Untuk diketahui, Solekan Dirut PT. Weka Bangun Persada (WBP) dan Abdul Muiz Komisaris PT. WBP (keduanya terdakwa)
disangkakan JPU sebagaimana dalam pasal 378 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 tentang adanya tindak pidana penipuan.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Jaksa Akan Tanggapi Pledoi Agus Anugerah Yahono Yang Meminta Rehabilitasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang agenda pledoi atau nota pembelaan atas sangkaan kepemilikan barang sabu seberat 3,40 Gram, yang menjerat Agus Anugerah Yahono, bergulir di ruang Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (4/12/2023).

Dipersidangan agenda pledoi, Agus Anugerah Yahono, yang ditetapkan, sebagai terdakwa melalui, Penasehat Hukumnya, Budi Sampoerna, mengatakan, kliennya tidak layak dijerat pasal 114 dan dengan tuntutan penjara selama 5 tahun.

Lebih lanjut, kliennya menderita bipolar yang seharusnya, di rehabilitasi guna mendapatkan perawatan.

Penasehat Hukum Agus Anugerah Yahono, Dalam Pledoi Meminta Rehabilitasi Atas Kepemilikan Sabu 3,40 Gram.

Atas nota pembelaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis, usai sidang saat ditemui, mengatakan, pihaknya, akan menanggapi pledoi terdakwa yang disampaikan melalui, Penasehat Hukumnya.

Disinggung terkait, pledoi terdakwa yang meminta rehabilitasi bukan tuntutan selama 5 tahun bui, JPU, menyampaikan, itu sah sah saja yang disampaikan, Penasehat Hukumnya.

Pihaknya, akan menanggapi pledoi itu, dipersidangan berikutnya.
” Sah – sah saja , mas !. Pihaknya, akan menanggapi pledoi terdakwa di persidangan berikutnya, tunggu sepekan ke depan ,” ungkap Darwis.

Untuk diketahui, dipersidangan pada Senin (27/11/2023), dalam tuntutan JPU menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Jeratan pasal alternatif Pasal 111 Ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan.

Selain tuntutan, JPU, juga menetapkan denda sebesar 800 Juta subsider 3 bulan penjara.  MET.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending