Connect with us

Peristiwa

KJMT Gelar Pembagian Sembako Terhadap Warga Wonokusumo Yang Terdampak Covid19.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Berbagai ujian hidup kian bertambah tatkala masa Pandemi dan pemberlakuan PPKM malah menggerus perekonomian masyarakat.

Hampir satu setengah tahun wabah Pandemi begitu banyak ancaman nyawa dipertaruhkan, kesehatan masyarakat terancam dan beragam dampak memaksa masyarakat merasakannya.

Ragam dampak yang dirasakan masyarakat akibat masa Pandemi, memicu KJMT guna berbagi bantuan sembako sebanyak 50 kantong untuk meringankan beban masyarakat, Senin (23/8/2021).

Pembagian sembako, disalurkan Komunitas Juang Merah Total (KJMT) terhadap warga yang benar-benar tidak mampu dan terdampak Covid19. Dalam aksi giat sosial tersebut, turut juga para kader-kader ranting dari PAC Semampir, Surabaya.

Sementara Koordinator pembagian sembako, M.Hasan, menyampaikan, KJMT adalah sayap dari PDI-Perjuangan.

Aksi tersebut, upaya dari pekerja Outsourcing gedung Dewan DPRD Surabaya.
” Para pekerja Outsourcing gedung Dewan DPRD Surabaya, ber-empati berupa, mengumpulkan sebagian dari gaji mereka guna disalurkan terhadap warga yang terdampak Covid19 “, tuturnya.

Ia menambahkan, giat sosial berupa, pembagian sembako sengaja di salurkan terhadap warga Wonokusumo Surabaya.

Penyaluran bantuan disampaikan langsung terhadap warga yang terdampak Covid19 juga warga yang mata pencahariannya sebagai penarik becak maupun buruh.
” Ia berharap dan turut mendoakan peran Pemerintah melakukan penanggulangan wabah Pandemi bisa cepat terselesaikan. Hal lainnya, dari penanggulangan semua warga bisa terjangkau bantuan sembako maupun kesehatan “, pungkasnya.   YOK.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending