Connect with us

Hukrim

Sidang Agenda Tuntutan Bagi Venansius Niek Widodo Ditunda.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang agenda tuntutan bagi Venansius Niek Widodo yang ditetapkan sebagai terdakwa dalam perkara sangkaan tipu gelap yang merugikan Soewondo sebesar 75 Milyard tampak Kamis (19/8/2021) ditunda.

Penundaan, sidang agenda tuntutan diduga secara tidak langsung, lantaran terdakwa dalam kondisi sakit.

Melalui pengamatan, media Basudewanews.com, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, tampak menunggu kehadiran Penasehat Hukum terdakwa yang berencana akan sampaikan surat keterangan dari dokter bahwa kliennya dalam kondisi sakit. Sekitar pukul 17 : 29 Wib, Penasehat Hukum terdakwa tampak menyerahkan surat ke panitera dan JPU.

Hal ini diketahui, Penasehat Hukum terdakwa masuk ke ruang sidang hanya untuk menyerahkan surat keterangan dari dokter. Usai menyerahkan ke Panitera dan JPU lantas, Penasehat Hukum terdakwa bergegas pergi meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sayangnya, hingga berita ini di unggah, Penasehat Hukum terdakwa maupun JPU masih belum dapat dimintai keterangan terkait, penyakit yang diderita terdakwa.

Untuk diketahui, dalam perkara tipu gelap senilai puluhan Milyard terdakwa tidak ditahan melainkan, mendapat penangguhan penahanan. Sedangkan, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 Juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terdakwa tersangkut perkara tindak pidana penipuan adalah perkara yang ke-empat kalinya. Dua perkara sebelumnya, ditangani oleh Kejaksaan Negeri Surabaya, dan terbaru terdakwa kembali terjerat kasus untuk keempat kalinya juga ditangani Kejaksaan Negeri Surabaya.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending