Pledoi Solekan Dan Abdul Muiz Minta Onslag, Jaksa Replik.

21

Surabaya-basudewanews.com, Solekan Dirut PT. Weka Bangun Persada (WBP) dan Abdul Muiz Komisaris PT. WBP (keduanya terdakwa) ajukan nota pembelaan (pledoi) setelah Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, menuntut pidana penjara selama 30 bulan. Nota pembelaan disampaikan, Penasehat Hukum, kedua terdakwa, Beliher Situmorang dan Ronni Bahmari, Jumat (20/8/2021).

Inti nota pembelaan yang disampaikan dihadapan Majelis Hakim, Martin Ginting yakni, bahwa JPU telah melanggar pasal 143 ayat 4 KUHAP.
” JPU wajib hukumnya memberi salinan dakwaan terhadap kedua terdakwa maupun Penasehat Hukumnya “, terangnya.

Hal lain, sangkaan JPU sebagaimana dalam pasal 378 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 tentang adanya tindak pidana penipuan tidak terbukti.
” Alasan dasar kliennya, tidak terbukti seperti yang disangkakan JPU, yaitu, kliennya telah mengembalikan kerugian PT.Indonesia Pelita Pratama (IPP) “, paparnya.

Masih menurutnya, niat baik kliennya juga harus dihargai. Diketahui bersama, Oei Edward Wijaya Direktur PT.IPP telah menerima pengembalian dari kliennya berupa emas seberat 2 kilogram.

Atas dua hal tersebut, Penasehat Hukum kedua terdakwa memohon Majelis Hakim yang memeriksa perkara tersebut untuk mengadili, menyatakan kedua terdakwa tidak terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penipuan, membebaskan kedua terdakwa dari hukuman penjara, memulihkan hak-hak kedua terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

Usai bacaan nota pembelaan dari Penasehat Hukum kedua terdakwa, JPU menyampaikan, akan melakukan tanggapan atas nota pembelaan kedua terdakwa.     MET.