Connect with us

Hukrim

Warga Tegalsari Surabaya, Di Keroyok Massa.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Jemi. M.D (tersangka) warga Tegalsari, Surabaya, raut wajahnya alami lebam gegara dikeroyok massa lantaran, kepergok mencuri handphone di Dukuh Kupang Timur X-A, Sawahan Surabaya.

Tersangka harus menerima bogem mentah dari warga saat tersangka sedang melakukan aksinya yakni, menyatroni sebuah kamar kos di Jalan Dukuh Kupang Timur X-A, Sawahan, Surabaya, untuk mencuri handphone salah satu penghuni kos yaitu milik Nikma (korban).

Sebelum tersangka mendapatkan hasilnya, korban terbangun dan kaget sembari berteriak membuat warga sekitar terbangun mendengar teriakan korban.

Warga yang mengetahui, hal pencurian tersebut, membuat pelaku panik mengambil langkah seribu, berlari ke luar kost-kost’an menuju motor Yamaha Mio milik tersangka,
saat pelariannya warga mengejar sehingga membuat tersangka jatuh dari motornya sehingga warga menghadiahinya bogem mentah lantaran, geram.

Dalam jumpa pers, Selasa (17/8/2021), Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Ristianto, mengungkapkan, pada kejadian, warga berdatangan dengan mengejar sembari menangkap tersangka dan beberapa warga sempat menghakimi.
” warga berdatangan mengejar dan menangkap lalu tersangka diberi bogem mentah “, ungkapnya.

Menurut, Ristianto, tersangka berhasil diamankan anggota Tim Anti Bandit Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya, beserta barang bukti benda curian berupa ponsel merek Vivo Y91 warna hitam dan sebuah motor Yamaha Mio GT warna putih milik pelaku untuk menjalankan aksinya.

Hal lain, disampaikan, Ristianto, bahwa pelaku sudah pernah diamankan Anggota Polsek Tegalsari, Surabaya pada medioa tahun 2019 silam. Sedikitnya tiga kali tersangka mengulangi perbuatannya.
“Ternyata tersangka residivis kasus pencurian Jam tangan dan sudah tiga kali melakukan aksinya,” bebernya.

Akibat, ulah tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya, maksimal tujuh tahun kurungan penjara.
MET/AR.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending