Warga Tegalsari Surabaya, Di Keroyok Massa.

38

Surabaya-basudewanews.com, Jemi. M.D (tersangka) warga Tegalsari, Surabaya, raut wajahnya alami lebam gegara dikeroyok massa lantaran, kepergok mencuri handphone di Dukuh Kupang Timur X-A, Sawahan Surabaya.

Tersangka harus menerima bogem mentah dari warga saat tersangka sedang melakukan aksinya yakni, menyatroni sebuah kamar kos di Jalan Dukuh Kupang Timur X-A, Sawahan, Surabaya, untuk mencuri handphone salah satu penghuni kos yaitu milik Nikma (korban).

Sebelum tersangka mendapatkan hasilnya, korban terbangun dan kaget sembari berteriak membuat warga sekitar terbangun mendengar teriakan korban.

Warga yang mengetahui, hal pencurian tersebut, membuat pelaku panik mengambil langkah seribu, berlari ke luar kost-kost’an menuju motor Yamaha Mio milik tersangka,
saat pelariannya warga mengejar sehingga membuat tersangka jatuh dari motornya sehingga warga menghadiahinya bogem mentah lantaran, geram.

Dalam jumpa pers, Selasa (17/8/2021), Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Ristianto, mengungkapkan, pada kejadian, warga berdatangan dengan mengejar sembari menangkap tersangka dan beberapa warga sempat menghakimi.
” warga berdatangan mengejar dan menangkap lalu tersangka diberi bogem mentah “, ungkapnya.

Menurut, Ristianto, tersangka berhasil diamankan anggota Tim Anti Bandit Polsek Sawahan Polrestabes Surabaya, beserta barang bukti benda curian berupa ponsel merek Vivo Y91 warna hitam dan sebuah motor Yamaha Mio GT warna putih milik pelaku untuk menjalankan aksinya.

Hal lain, disampaikan, Ristianto, bahwa pelaku sudah pernah diamankan Anggota Polsek Tegalsari, Surabaya pada medioa tahun 2019 silam. Sedikitnya tiga kali tersangka mengulangi perbuatannya.
“Ternyata tersangka residivis kasus pencurian Jam tangan dan sudah tiga kali melakukan aksinya,” bebernya.

Akibat, ulah tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya, maksimal tujuh tahun kurungan penjara.
MET/AR.