Connect with us

Peristiwa

Melalui Program Baguna DPC PDI P, Salurkan Minuman Pokak Dan Telor Ke Posko Gotong Royong Barata Jaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Langkah perbaikan di masa Pandemi untuk menunjang komunikasi secara jelas, akuntabel dan menggerakkan kesadaran bersama DPC PDI-P melalui, Bantuan Penanggulangan Bencana (Baguna) secara nyata salurkan minuman Pokak (sejenis minuman jahe), telur ke Posko Gotong Royong Barata Jaya, Kecamatan Gubeng Surabaya, Minggu (15/8/2021).

Langkah perbaikan adalah narasi komunikasi diharapkan menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Melalui, gerakan kesadaran bersama dengan ditunjang Posko Gotong Royong Barata Jaya, dengan program Baguna,saluran bantuan bisa mengakomodir warga terdampak pandemi atau warga Isoman yang tak tersentuh oleh Pemerintah.

Menurut pantauan dilapangan, DPC PDI-P memberikan bantuan minuman Pokak dan telur ke Posko Gotong Royong.

Sementara, Ketua Gotong Royong Kecamatan Gubeng yang juga sebagai bendahara DPC PDI-P, Taru Sasmito, kepada tim basudewnews.com, mengatakan, program Baguna sengaja disalurkan ke Posko Gotong Royong guna dibagikan terhadap masyarakat khususnya, wilayah Barata Jaya 15 Surabaya.
” Pembagian melalui, progres Baguna dengan harapan warga yang terdampak dan tak tersentuh bantuan Pemerintah bisa diakomodir melalui Posko Gotong Royong”, ujarnya.

Masih menurutnya, ia sampaikan terima-kasih atas penyaluran bantuan berupa, minuman Pokak ke Posko Gotong Royong Kecamatan Gubeng Surabaya.

Dalam sesi pembagian minuman Pokak, telur maupun permakanan tampak, dibagikan oleh, beberapa anggota yang terorganisir dalam Posko Gotong Royong.

Gerakan kesadaran bersama di masa situasi sulit (Pandemi), para anggota yang terorganisir adalah definisi performa komunikatif dalam proses penanganan Covid19.

Performa komunikatif yang dimaksud yakni, seluruh kader atau anggota Posko Gotong Royong lebih intens terhadap permasalahan masyarakat.

Selain intens akan permasalahan masyarakat, seluruh kader melalui, DPC PDI-P dalam tiap bulan akan selalu melakukan evaluasi terkait, program dan perbaikan database guna kolaborasi dengan Pemerintah agar jangan sampai ada ketimpangan. Dari kolaborasi tersebut, pihaknya, berupaya mengisi cela dari ketimpangan.

Diujung pembicaraan, Taru Sasmita, menyampaikan, pesan, dimasa Pandemi ini, saatnya membangun harmoni dengan mengedepankan komunikasi yang persuasif
untuk bersama-sama mengatasi Pandemi.
YOK.

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Belum Kantongi Sertifikasi Layak Fungsi DPRD Surabaya, Minta Soft Opening Trans Icon Mall Dihentikan

Published

on

Basudewa – Surabaya, Komisi A DPRD Surabaya, bidang Hukum dan Pemerintahan menyoroti pembukaan operasional (Soft Opening) Trans Icon Mall pada Jumat (5/8/2022).

Sorotan tersebut, lantaran Trans Icon Mall belum layak fungsi.

Dalam hal ini, Komisi A menggelar rapat dengar pendapat dengan beberapa pihak terkait, termasuk manajemen Trans Icon Mall yang mengutus beberapa perwakilannya ke Gedung wakil rakyat di Jalan.Yos Sudarso Surabaya.

Melalui pantauan dilapangan, rapat dipimpin oleh, Pertiwi Ayu Krishna selaku Ketua, yang dikuti oleh Camelia Habiba (wakil), Budi Leksono (anggota), Imam Syafi,i (anggota), M. Mahmud (anggota), Ghofar Ismail (anggota) dan Suaifuddin Zuhri (anggota).

Sedangkan, pihak Pemkot Surabaya, dihadiri beberapa perwakilan dari Dinas terkait seperti, DPRKP, DSDABM, DLH, Dishub, Damkar, Dispora dan Satpol-PP Kota Surabaya.

Dalam rapat , Pertiwi Ayu Krishna, menegaskan, jika pihaknya, mendukung Wali Kota Surabaya, dengan seluruh program dan kebijakannya.

Salah satunya, Perwali Nomor 91 Tahun 2022 pasal 3 tentang Serifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung.

“ Kami mendukung program dan kebijakan Wali Kota Surabaya, untuk itu, kami juga mengapresiasi kepada seluruh investor (termasuk Trans Icon) yang menanam investasi di Kota Surabaya. Namun, tidak berarti bisa berbuat seenaknya, karena wilayah kami memiliki aturan dan kebijakan yang wajib dipatuhi, salah satunya soal SLF ,” ucap Ayu.

Ayu mendesak kepada Pemkot Surabaya, selaku regulator untuk menghentikan aktifitas pemanfaatan bangunan Gedung Trans Icon di Jalan. Ahmad Yani Surabaya, karena belum mengantongi SLF secara penuh.

“ Yang kami jaga adalah keselamatan penghuni Gedung yakni, para pengunjung juga pegawainya, maka jika masih diterbitkan 3 rekomendasi dari 3 OPD artinya, belum lengkap dan belum dikeluarkan sertifikasi SLF nya, sesuai aturan, ya ?, tidak boleh operasional. Soft opening atau grand opening nya harus dihentikan,” tandas politisi perempuan dari Partai Golkar ini.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Trans Icon, Satria Hamid, meminta agar soft opening tetap bisa dilaksanakan, sesuai agenda sembari melengkapi kekurangan yang disyaratkan, karena menyangkut nasib pegawai yang saat ini sudah bekerja.

Tak hanya itu, Camelia Habiba, juga mempertanyakan, soal kondisi trotoar jalan di depan area Gedung Trans Icon yang kondisinya rusak dan belum dikembalikan seperti semula.

“ Kami ini setiap hari melewati jalan itu dan melihat langsung jika kondisi trotoarnya masih belum dikembalikan seperti semula,” ujar Politisi perempuan asal fraksi PKB ini.

Merespon soal kerusakan trotoar di depan area Trans Icon, wakil dari manajemen Trans Icon, berjanji akan memperbaiki secepatnya. “Kami akan perbaiki secepatnya, sekira 1-2 minggu) ,” jawabnya.

Sementara Sekretaris DPRKPCKTR,  Ali Murtadho, mengaku, jika pihaknya, akan segera bergerak ke lapangan untuk melaksanakan rekomendasi hasil rapat dengan Komisi A DPRD Surabaya.

“ Kami akan kembali melakukan pengecekan berkas dan lokasi ,” tuturnya.

Adapun, Resume Rapat Komisi A DPRD Surabaya tentang evaluasi dan penjelasan perijinan Trans Icon , yakni, sesuai Pasal 3 Perwali Nomor 91 Tahun 2022 tentang Serifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, rekomendasi harus terpenuhi samua sebelum SLF dikeluarkan.

Sedangkan, untuk Trans icon masih terbit 3 rekomendasi (Disnakertran, Damker, Dinkes) oleh karena itu, Trans lcon belum ada SLF, maka bangunan belum layak fungsi dan tidak boleh ada pemanfaatan terlebih dahulu.

Trans Icon, akan mengembalikan fungsi trotoar seperti semula.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending