Connect with us

Pendidikan

Unesa Turut Peran Aktif  Program GERMAS 2000.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Gagasan PD MIO, program GERMAS 2000 mendapat dukungan dari UK-PSM UNESA. Dukungan berupa, gerakan donasi 2 Ribu menjadi semangat baru bagi semua aspek yang tergabung di posko GERMAS Asemrowo.

Melalui data yang berhasil dihimpun, Selasa (10/8/2021) perolehan dana donasi dari para mahasiswa UNESA yang tergabung di UK-PSM bersama KFAK dan PD MIO Surabaya, terkumpul dana sebesar 1 Juta.

Dana donasi tersebut, langsung diserahkan kepada relawan Surabaya. Sebelumnya, penyerahan bantuan ini telah di persiapkan  karena melihat begitu pentingnya dana donasi bagi Pemerintah agar segera disalurkan terhadap warga Surabaya.

Korlap GERMAS 2000, Samsul Muarif Setiawan secara simbolis menyerahkan kepada Arya Seno bagaskoro di Gedung Merah Putih jalan.Darmo no 15 Surabaya.

Di kesempatan itu, Arif, menyampaikan, kepada ketua relawan Surabaya, bahwa maksud dan tujuan dari program ini adalah murni gerakan dari rakyat untuk rakyat.
” Kami menitik beratkan azas gotong royong yang mana dahulu pernah di lakukan para leluhur kita. Warisan budaya gotong royong ini sudah sepatutnya kita laksanakan demi
membangun rantai kebaikan menuju solidaritas sosial di masa pandemi “, tuturnya.

Ia berharap, membangun rantai kebaikan guna kesadaran dari masyarakat untuk solidaritas sosial tetap terjaga.

Sedangkan, Ketua Relawan, Arya Seno Bagaskoro, mengatakan, ia menyambut baik program GERMAS 2000 tersebut.
” Kami dari relawan Surabaya, salut dan mengapresiasi kepada teman teman GERMAS 2000 yang sudah melakukan gerakan gotong royong dan ikut serta dalam kegiatan darurat penanganan Covid19.            MET.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Percepat Herd Immunity. Mahasiswa ITS Gagas Vaccine Distribution Dashboard

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Percepatan distribusi vaksin Covid-19 di Indonesia saat ini tengah menjadi fokusan utama pemerintah dalam mencapai target herd immunity.

Berangkat dari hal tersebut, ketiga mahasiswa Departemen Teknik dan Sistem Industri, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas sebuah dashboard distribusi vaksin.

Ketiganya adalah Amelia Santoso, Muhammad Ainul Yaqin, dan Cindy Novita yang tergabung dalam sebuah tim bernama Aeromechanical Team. Menurut Amel, ketua tim, inovasi ini diangkat dari masih minimnya pendistribusian stok vaksin ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

“Agar tercipta herd immunity maka diperlukan percepatan distribusi vaksin Covid-19,” terangnya.

Amel, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa percepatan distribusi vaksin Covid-19 sebenarnya dapat diatasi melalui pengolahan data kondisi eksisting di Indonesia dengan benar yang kemudian dikombinasikan dengan berbagai regulasi, karakteristik setiap vaksin, jumlah fasilitas kesehatan, infrastruktur, dan pekerja medis yang ada.

“Sehingga nantinya akan tercipta metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut,” ujarnya.

Dalam hal ini, sambung Amel, Aeromechanical Team memilih menggunakan P-median method sebagai metode mempercepat pendistribusian vaksin Covid-19.

Metode ini dipilih Amel dan tim sebab dapat menentukan hub atau distribution center vaksin tersebut saat disebar ke seluruh Indonesia. Sehingga dengan metode ini, vaksin Covid-19 dapat menyuplai ke seluruh pelosok negeri.

“Tentu saja hal ini akan memudahkan pengolahan data sekaligus hasil analisisnya,” ungkap mahasiswi asal Surabaya ini.

Selain itu, mahasiswi tahun keempat ini menjelaskan, dalam mempermudah monitoring, tim juga merancang Vaccine Distribution Dashboard dengan menggunakan Power BI (layanan analisis bisnis oleh Microsoft). Hal ini dipilih agar dapat menentukan estimasi waktu yang dibutuhkan untuk percepatan distribusi vaksin Covid-19 seberapa lama.

Tak hanya itu, lanjutnya, dashboard ini juga difungsikan untuk mengetahui berapa fasilitas luasan pusat distribusi dan kombinasi moda transportasi apa yang cocok digunakan untuk pendistibusian. “Sehingga penanganannya dapat detail, rinci dan kompleks,” ucapnya.

Alumnus SMA Negeri 2 Surabaya ini menyebutkan bahwa inovasi timnya memiliki beberapa keunggulan, di antaranya dapat menentukan titik optimal untuk setiap pusat distribusi vaksin dengan mengunakan (P-median). Pada dashboard-nya juga dapat mengolah dan menampilkan data secara langsung mengenai progress jumlah vaksin, dan fasilitas kesehatan di Indonesia yang dibagi per provinsi untuk mempermudah monitoring dan pengambilan keputusan.

Berbuah manis, ide gagasan Aeromechanical Team ini telah berhasil meraih juara kedua pada ajang DHL Logistic Case Competition yang diadakan atas kerja sama antara DHL Supply Chain Indonesia dengan Magister Manajemen Teknologi (MMT) ITS, awal September lalu. Pada kompetisi ini, Aeromechanical Team berhasil mengungguli lima finalis lainnya yang terseleksi dari 30 tim terbaik dari universitas di seluruh Indonesia.

Amel berharap, ke depannya inovasi dashboard-nya ini bisa terealisasi dan dapat membantu percepatan pendistribusian vaksin Covid-19 di Indonesia.

“Dengan begitu pemberian vaksin kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dapat lebih terstruktur dan membantu tercapainya herd immunity di Indonesia,” pungkasnya penuh harap. CEB

Continue Reading

Pendidikan

Soal Angka Klaster PTM, ini Penjelasan Mas Nadiem

Published

on

Angka Kumulatif di Masa Pandemi Covid-19

Jakarta–basudewanews.com, Terkait sas-sus 2,8 persen sekolah menjadi klaster Covid-19 selama melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim angkat bicara. Dia menegaskan prosentase itu adalah angka kumulatif selama masa pandemi Covid-19.

“Angka 2,8 persen satuan pendidikan walaupun itu sudah kecil tetapi itu pun data kumulatif bukan data per 1 bulan, jadi itu semua dari seluruh masa Covid ini bukan dari bulan terakhir dimana PTM terjadi,” kata Nadiem melalui keterangan pers secara virtual pada Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/9/2021).

Nadiem menyatakan, angka 2,8 persen yang diperoleh dari laporan sekolah, belum tentu hanya berasal dari sekolah yang sudah menggelar PTM terbatas saja.

Selain itu, Nadiem mengklarifikasi data riset Kemendikbudristek yang menyebut belasan ribu siswa dan ribuan guru positif Covid-19. Angka tersebut, kata Nadiem, masih berupa data kasar serta memiliki banyak eror atau kesalahan.

“Contohnya banyak sekali yang melaporkan jumlah positif Covid itu melampaui daripada jumlah murid-murid di sekolahnya,” kilah Nadiem.

Nadiem menekankan untuk tetap berfokus pada laporan yang ada, terutama yang disajikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Berfokus pada data yang ada, terutama data dari Kemenkes yang mendapatkan berbagai macam test result dan sampling,” sergah Nadiem.

Mantan juragan GoJek itu juga menyebutkan terdapat dua kolaborasi pihaknya dengan Kementerian Kesehatan.

Pertama adalah sekolah mendukung random testing sampling. Nadiem menyebut akan menutup sekolah apabila positivity ratenya mencapai lebih dari 5%. Dengan begitu akan lebih valid dan tidak merugikan.

“Integrasi Peduli Lindungi dan mengimplementasi program di sekolah,” ungkap Nadiem.

Berdasarkan data hasil survei Kemendikbudristek per 20 September 2021, tercatat ada 2,8 persen atau 1.296 dari 46.580 responden sekolah menjadi klaster Covid-19. Data yang sama juga memperlihatkan, 7.307 tenaga pendidik dan 15.429 siswa positif Covid-19. CEB

Continue Reading

Pendidikan

KPAI: Masih Dijumpai Pelanggaran Prokes Saat Belajar Tatap Muka

Published

on

Saat Pengawasan, Ada Siswa dan Guru tak Bermasker.

Jakarta-basudewanews.com, Seperti pemerintah harus meninjau ulang pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), meski di sejumlah daerah mengklaim jika di wilayahnya kondisi pandemi Covid-19 melandai.

Kajian ulang patut dilakukan mengingat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan (prokes), saat mereka melakukan pengawasan PTM di berbagai sekolah di sejumlah daerah sejak 2020 hingga 2021. Di antaranya, banyak yang tak disiplin memakai masker di lingkungan sekolah. Persisnya, mereka kurang tepat dan benar saat menggunakan masker.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti, mengungkapkan pelanggaran prokes antara lain, masker yang diletakan di dagu, masker yang digantungkan di leher, hingga tempat cuci tangan tak disertai air mengalir dan sabun. Bahkan, ada sebagian guru dan siswa tidak bermasker saat berada di lingkungan sekolah.

“Bahkan ada SD yang memiliki tempat cuci tangan di setiap depan kelas, namun saat KPAI datang dan duduk di dekat pintu gerbang sekolah, tak ada satu pun peserta didik dan pendidik yang mencuci tangan saat tiba di sekolah,” tukas Retno dikutip dari rilisnya, Senin (27/9/2021).

Selain itu, Retno menyebut ada pula sekolah yang mayoritas siswanya melepas masker saat tiba di sekolah. Saat diwawancara, anak-anak mengatakan mereka memakai masker saat diperjalanan pergi dan pulang sekolah.

“Fungsi masker sama dengan helm jadinya,” keluh Retno.

Retno bilang, dirinya juga menerima pengaduan masyarakat melalui aplikasi WhatsApp. Pengaduan itu berasal dari TK dan SD di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Menurut dia, pengadu melaporkan adanya seorang guru perempuan yang tidak mengenakan masker di sekolah.

“Sedangkan foto yang satu lagi adalah suasana di dalam kelas dimana anak-anak sedang berdiri dengan tangan diangkat ke depan. Ada 1 guru perempuan dan 9 siswa/siswi TK, semuanya tidak menggunakan masker, baik guru maupun muridnya. Ini kan sangat berbahaya,” kata Retno.

Retno menilai, seharusnya pendidikan dibuka yakni, Perguruan Tinggi dan SMA/SMK serta SMP, dimana peserta didiknya sudah divaksin dan perilakunya sudah terkontrol. Sementara Perguruan Tinggi belum dibuka, namun PAUD/TK dan SD justru sudah buka.

“Padahal anak PAUD/TK dan SD belum mendapatkan vaksin dan perilaku anak TK dan SD sulit dikontrol. Ini sangat beresiko,” tutup Retno. CEB

Continue Reading

Trending