Connect with us

Peristiwa

Kelurahan Tambak Sarioso Turut Andil Program GERMAS 2000.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Andil Kelurahan Tambak Sarioso Surabaya, dalam program GERMAS 2000 (Gerakan Masyarakat Surabaya) berupa, mengajak warganya ikut serta membantu Pemkot Surabaya, dengan mendonasikan 2 Ribu adalah wujud membangun rantai kebaikan di masa Pandemi.

Rantai kebaikan yakni, gotong royong masyarakat untuk bahu membahu dalam mengatasi penyebaran Covid19, diserukan Lurah Tambak Sarioso, Rudi Hermawan, Selasa (10/8/2021).

Bentuk seruan yaitu, memberikan percontohan nyata kepada masyarakat, bahwa solidaritas sosial sangatlah di butuhkan.
” Bukan lagi saling menyalahkan akan tetapi azas kekeluargaan harus tetap di utamakan”, cetusnya.

Masih menurut, Rudi Hermawan, hasil pengumpulan donasi 1,2 Juta diserahkan sesuai dengan penjualan kupon GERMAS 2000 sebanyak 6 kupon beberapa hari lalu. Setelah terkumpul kupon tersebut di serahkan kembali kepada tim GERMAS yang bertempat di kantor Kecamatan Asemrowo Jalan. Asemrowo no 2.Surabaya.
“Program ini sangat bagus sekali, pada hakekatnya kita harus saling bahu membahu dan bergotong royong dalam mengatasi persoalan. Adapun, persoalan yakni, adanya penyebaran Covid19 yang membelenggu warga sehingga berdampak perlunya perhatian kita semua “, ujarnya.

Penyerahan kupon di terima langsung oleh bendahara GERMAS 2000 dan di saksikan oleh tim gabungan dari Mahasiswa UK- PSM UNESA (Universitas Negeri Surabaya) dan komunitas Film KFAK (Komunitas Film Anak Kampung) Surabaya.
” Pihaknya, sangat berterima kasih atas sumbangsih masyarakat Tambak Sarioso dalam program GERMAS 2000. Kami atas nama tim GERMAS 2000 sangat bangga dengan kebersamaan masyarakat untuk mewarisi sifat gotong royong yang di contohkan oleh, leluhur kita. Semoga kebersamaan ini terus berlanjut meskipun Covid19 telah usai “, pungkasnya. MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Belum Kantongi Sertifikasi Layak Fungsi DPRD Surabaya, Minta Soft Opening Trans Icon Mall Dihentikan

Published

on

Basudewa – Surabaya, Komisi A DPRD Surabaya, bidang Hukum dan Pemerintahan menyoroti pembukaan operasional (Soft Opening) Trans Icon Mall pada Jumat (5/8/2022).

Sorotan tersebut, lantaran Trans Icon Mall belum layak fungsi.

Dalam hal ini, Komisi A menggelar rapat dengar pendapat dengan beberapa pihak terkait, termasuk manajemen Trans Icon Mall yang mengutus beberapa perwakilannya ke Gedung wakil rakyat di Jalan.Yos Sudarso Surabaya.

Melalui pantauan dilapangan, rapat dipimpin oleh, Pertiwi Ayu Krishna selaku Ketua, yang dikuti oleh Camelia Habiba (wakil), Budi Leksono (anggota), Imam Syafi,i (anggota), M. Mahmud (anggota), Ghofar Ismail (anggota) dan Suaifuddin Zuhri (anggota).

Sedangkan, pihak Pemkot Surabaya, dihadiri beberapa perwakilan dari Dinas terkait seperti, DPRKP, DSDABM, DLH, Dishub, Damkar, Dispora dan Satpol-PP Kota Surabaya.

Dalam rapat , Pertiwi Ayu Krishna, menegaskan, jika pihaknya, mendukung Wali Kota Surabaya, dengan seluruh program dan kebijakannya.

Salah satunya, Perwali Nomor 91 Tahun 2022 pasal 3 tentang Serifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung.

“ Kami mendukung program dan kebijakan Wali Kota Surabaya, untuk itu, kami juga mengapresiasi kepada seluruh investor (termasuk Trans Icon) yang menanam investasi di Kota Surabaya. Namun, tidak berarti bisa berbuat seenaknya, karena wilayah kami memiliki aturan dan kebijakan yang wajib dipatuhi, salah satunya soal SLF ,” ucap Ayu.

Ayu mendesak kepada Pemkot Surabaya, selaku regulator untuk menghentikan aktifitas pemanfaatan bangunan Gedung Trans Icon di Jalan. Ahmad Yani Surabaya, karena belum mengantongi SLF secara penuh.

“ Yang kami jaga adalah keselamatan penghuni Gedung yakni, para pengunjung juga pegawainya, maka jika masih diterbitkan 3 rekomendasi dari 3 OPD artinya, belum lengkap dan belum dikeluarkan sertifikasi SLF nya, sesuai aturan, ya ?, tidak boleh operasional. Soft opening atau grand opening nya harus dihentikan,” tandas politisi perempuan dari Partai Golkar ini.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Trans Icon, Satria Hamid, meminta agar soft opening tetap bisa dilaksanakan, sesuai agenda sembari melengkapi kekurangan yang disyaratkan, karena menyangkut nasib pegawai yang saat ini sudah bekerja.

Tak hanya itu, Camelia Habiba, juga mempertanyakan, soal kondisi trotoar jalan di depan area Gedung Trans Icon yang kondisinya rusak dan belum dikembalikan seperti semula.

“ Kami ini setiap hari melewati jalan itu dan melihat langsung jika kondisi trotoarnya masih belum dikembalikan seperti semula,” ujar Politisi perempuan asal fraksi PKB ini.

Merespon soal kerusakan trotoar di depan area Trans Icon, wakil dari manajemen Trans Icon, berjanji akan memperbaiki secepatnya. “Kami akan perbaiki secepatnya, sekira 1-2 minggu) ,” jawabnya.

Sementara Sekretaris DPRKPCKTR,  Ali Murtadho, mengaku, jika pihaknya, akan segera bergerak ke lapangan untuk melaksanakan rekomendasi hasil rapat dengan Komisi A DPRD Surabaya.

“ Kami akan kembali melakukan pengecekan berkas dan lokasi ,” tuturnya.

Adapun, Resume Rapat Komisi A DPRD Surabaya tentang evaluasi dan penjelasan perijinan Trans Icon , yakni, sesuai Pasal 3 Perwali Nomor 91 Tahun 2022 tentang Serifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, rekomendasi harus terpenuhi samua sebelum SLF dikeluarkan.

Sedangkan, untuk Trans icon masih terbit 3 rekomendasi (Disnakertran, Damker, Dinkes) oleh karena itu, Trans lcon belum ada SLF, maka bangunan belum layak fungsi dan tidak boleh ada pemanfaatan terlebih dahulu.

Trans Icon, akan mengembalikan fungsi trotoar seperti semula.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending