Connect with us

Peristiwa

Petugas Gotong Royong Bagikan Permakanan Di Barata Jaya, Surabaya.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Posko Gotong Royong Kecamatan Gubeng Surabaya, dari partai PDIP melalui petugas berupaya menjaga trend penurunan angka penularan Covid19. Upaya menjaga trend penurunan partai berlambang moncong putih memberi perhatian lebih terhadap warga Isoman.

Para petugas Covid19 mencipta momentum
perawatan diluar rumah sakit (RS) bagi warga Isoman. Adapun momentum tersebut, para petugas Covid19 membagikan permakanan.

Secara tekhnis, pelaksanaan membagikan permakanan juga tidak terlepas dari koordinasi Ketua Rukun Tetangga (RT) dan pendataan.

Tampak dilapangan, Senin (10/8/2021), pembagian permakanan disalurkan langsung terhadap warga Barata Jaya RT 01 hingga RT 04, RW 04 Kelurahan Barata Jaya Kecamatan Gubeng Surabaya.

Petugas Gotong Royong, Irwanto, kepada Basudewanews.com, menyampaikan, pembagian permakanan disalurkan terhadap warga Isoman.
” Makanan yang dikemas yakni nasi kotak, telur, mie instan dan masker dibagikan terhadap warga Isoman “, tegasnya.

Penyaluran permakanan diketahui, bahwa warga Barata Jaya Surabaya, sebagian harus isolasi mandiri.

Untuk diketahui, adanya program posko gotong royong yang berada dalam area Kecamatan Barata Jaya, diharapkan para warga mengetahui lebih detail dari program yang dimaksud.

Program yang dimaksud yaitu, mengakomodir warga Isoman yang secara jelas sangat membutuhkan bantuan permakanan. Hal lain dari program, petugas siap melakukan pendampingan Pendidikan.

Dari sisi pendidikan, juga tidak sedikit warga yang butuh pendamping guna mengambil ijasah.
” Warga yang benar-benar tidak mampu dan mendapatkan kesulitan pihaknya, melalui posko gotong royong selalu siap guna melakukan pendampingan “, paparnya.        YOK.

 

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Pengurus PWI Jatim Periode 2021-2026 Resmi Dilantik Junjung Pers Sehat Cerdas Dan Berwibawa

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sebanyak 115 pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Periode 2021-2026 resmi dilantik oleh, Ketua PWI Pusat, H. Atal S. Depari, Rabu (12-1-2022) bertempat di Hotel Mercure Surabaya.

Pelantikan pengurus tampak dihadiri oleh, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak, Perwakilan Kodam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur yang diwakili oleh Waka Polda Jatim Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo, Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi serta Forkopimda Jawa Timur.

Pada sambutannya, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menyampaikan, bahwa PWI Jawa Timur, memiliki anggota sebanyak 1.300 anggota yang merupakan terbesar di lingkup PWI se Indonesia.

Lebih lanjut, bahwa dirinya berharap seluruh anggota PWI Jawa Timur harus berkontribusi dalam menjunjung pers yang sehat, cerdas dan berwibawa.

Ketua PWI Jatim, Berserta Jajaran Saat Berpose Bersama Disela-Sela Pelantikan.

Dirinya, meminta semua anggota untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik serta setiap anggota meningkatkan kompetensi tidak hanya dalam bidang jurnalistik saja melainkan, juga dalam bidang lain seperti bidang keilmuan dan pengetahuan umum.

Lutfi pun, mengajak anggota PWI untuk terus mengawal kemajuan bangsa dengan menyampaikan informasi dan berita yang kredibel dan benar-benar menunjukkan kebenaran dalam berita bagi masyarakat.

Dikesempatan yang sama, Ketua PWI Pusat Atal S. Depari,menyampaikan, bahwa wartawan khususnya, anggota PWI diminta untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi.

Selain itu Atal juga meminta anggota PWI juga meningkatkan kompetensi di bidang-bidang lain khususnya, menyongsong era digital yang semakin pesat perkembangannya.

Aral berharap, wartawan untuk menjadi pribadi yang multi talenta.

Sementara, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, juga memberikan sambutan dalam acara tersebut, berupa, ucapan selamat kepada PWI Jawa Timur dan siap bekerja-sama membantu wartawan untuk merealisasikan pers yang sehat, cerdas dan berwibawa.

Sedangkan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga mengucapkan, selamat kepada Pengurus dan Anggota PWI Jawa Timur.

Khofifah menyampaikan, bahwa pihak Pemerintah Provinsi Jatim siap membantu PWI Jawa Timur untuk meningkatkan sinergitas antara Pemerintah dengan para wartawan khususnya anggota PWI dan siap untuk membantu meningkatkan kompetensi wartawan dalam bidang-bidang terkait. Sehingga wawasan dan kompetensi para wartawan PWI Jawa Timur semakin meningkat.

Diujung sambutannya, Gubernur Jatim, meminta seluruh stakeholder dan PWI Jawa Timur untuk terus bekerja-sama meningkatkan dan mendukung program Jatim Bangkit sehingga Jawa Timur terus menjadi Provinsi terbaik. MET.

Continue Reading

Pemerintahan

Sempat Pesimis 2 Kali Gagal Anak Penjual Bakso Akhirnya Jadi Pegawai Di Kejaksaan

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Setiap orang berhak untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Diperlukan mental yang kuat agar seseorang tidak mudah menyerah pada keadaan, termasuk ketika menghadapi sebuah kegagalan.

Setidaknya, hal diatas, mengkisahkan perjuangan yang harus dilewati oleh, Ellyana Intan Ningtyas atau yang biasa dipanggil Elly.

Sosok Elly adalah seorang anak tukang bakso kini, berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi pegawai kejaksaan.

Bagaimana tidak, langkah Elly panggilan akrabnya untuk mencapai titik ini tidaklah mudah. Dirinya pun, bukan sekali atau dua kali mendaftar di Kejaksaan melainkan, sudah dua kali mencoba namun, hasilnya selalu gagal.

Hingga pada pendaftaran ketiga tahun 2021, cita-cita Elly baru terwujud, saat diterima menjadi abdi negara di Kejaksaan.
” Setiap ada pembukaan saya daftar, biarpun tahun lalu gagal mungkin belum rejeki saya, setiap kegagalan saya introspeksi kekurangan saya dan berusaha lebih keras lagi untuk belajar. Apalagi teman saya, Mike yang anak juru parkir dan Petir anak penjual kopi saat itu daftar bersama sama saya tahun 2020  sudah diterima terlebih dahulu sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kejaksaan Republik Indonesia, sehingga hal tersebut, juga menjadi motivasi saya untuk terus mencoba tanpa patah semangat dan Alhamdulillah Tahun 2021 ini Allah mentakdirkan saya diterima sebagai PNS Kejaksaan “, terangnya.

Ely juga menuturkan, sebenarnya pihak keluarga sendiri sempat pesimis dengan cita-cita Elly untuk menjadi pegawai Kejaksaan, terlebih keluarganya juga mendapatkan informasi simpang siur dari orang orang bahwa kalau mau menjadi Pegawai Negeri harus punya koneksi dan dana agar bisa diterima menjadi Pegawai Kejaksaan.
” Saya bermodalkan tekad dan niat. Saya bilang sama orang tua biar saya sendiri yang coba, menjalani yang disertai dengan doa, Alhamdulillah, terkabul dengan bantuan doa orang tua “, imbuhnya.

Setiap harinya, Elly bekerja di salah satu tempat foto copy di daerah waru Sidoarjo selain itu, juga selepas bekerja dan sepulang bekerja Elly membantu orang tuanya untuk mempersiapkan jualan bakso.

Sang ayah, Tukiman yang biasa di panggil Jo Bakso, mengungkapkan, kalau putrinya sudah lama bercita-cita menjadi Pegawai Kejaksaan, bahkan sejak usianya masih 11 tahun. Namun, Tukiman awalnya merasa tidak mampu mendukung keinginan anaknya untuk menjadi Pegawai Kejaksaan, karena Tukiman hanyalah seorang pedagang kecil yang setiap harinya menjajakan bakso keliling menggunakan gerobak.

Hingga kini pun, ia cuma bisa mengontrak di di daerah Wonocolo Surabaya, belakang Jatim Expo, sebagai hunian tetapi karena tekad putrinya sangat kuat dan anaknya rajin maka Tukiman hanya bisa mendoakan semoga keinginan putrinya terkabul.
” Saya sudah berjualan bakso sekitar 23 tahun, keliling dorong gerobak dan mangkal pinggir jalan dan kerap pindah-pindah “, pungkas Tukiman. MET.

 

Continue Reading

Daerah

Ahli Waris Warga Sawotratap Meradang Obyek Tanah Beralih Sertifikat

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Beberapa ahli waris yang tinggal di Jalan.Nala RT VI RW VI Kelurahan Sawotratap Sidoarjo, meradang lantaran, kesulitan guna mengurus surat keterangan ahli waris. Kesulitan mengurus surat keterangan ahli waris di tingkat Kelurahan Sawotratap Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, berdampak beberapa Leer dengan perkiraan tiap Leer sekira 1732.101 M2 beralih ke orang lain bahkan sudah bersertifikat padahal, beberapa ahli waris merasa tidak pernah menjual kepada siapapun.

Hal diatas, disampaikan beberapa warga maupun ahli waris yang didampingi Penasehat Hukum, I Ketut Suardana saat dihadapan beberapa awak media.

Dikesempatan tersebut, Penasehat Hukum, I Ketut Suardana, memaparkan, bahwa atas obyek milik ahli waris dengan bukti kepemilikan buku Letter C telah beralih menjadi sertifikat atas nama orang lain.

Mengetahui hal demikian, Penasehat Hukum I Ketut, melapor ke Polda Jatim, atas adanya dugaan pemalsuan surat jual beli tanah dengan luas sekira 1.859 M2 yang dilakukan oleh, M.Sugeng. Sebagaimana dalam bukti lapor yakni,tanggal (20/5/2021), Nomor : TBL – B/303/V/RES 1.2./2021/UM/SPKT Polda Jatim.

Masih menurutnya, kemungkinan pekan depan, pihak penyidik Polda Jatim, akan mengirimkan surat tertulis mengenai hasil gelar perkara tersebut.

Salah satu warga, menuturkan ikhwal perkara obyek milik ahli waris yang beralih menjadi sertifikat atas nama orang lain.

Peralihan obyek milik ahli waris Asmono (almarhum) menjadi sertifikat karena patut diduga M.Sugeng mengajukan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sidoarjo, berdasarkan sporadik yang diindikasikan dikeluarkan oleh, Kepala Desa (Kades).

Sayangnya, pengajuan sertifikat di BPN Sidoarjo, keburu diketahui ahli waris sehingga, para ahli waris melayangkan surat keberatan terhadap BPN Sidoarjo. Alhasil, pihak BPN menolak pengajuan sertifikat tersebut.

Secara terpisah, Edi Siswoyo, salah satu warga yang mengetahui persis praktek kotor karena secara tidak langsung dirinya pernah disuruh guna membeli segel di Kantor Pos yang ada di Surabaya.
” Saya pernah disuruh membeli segel dengan tahun 1997 di Surabaya “, ujarnya.

Lebih lanjut, bukti kepemilikan ahli waris selain buku Letter C yaitu, akta kematian Asmono di tahun 1992 namun, alasan dasar M.Sugeng ajukan sertifikat ke BPN yaitu, surat keterangan jual-beli tanggal (20/4/1997).

Dalam pemaparannya, bisakah Asmono (almarhum pada tahun 1992) melakukan transaksi jual beli obyek pada tahun 1997.

Sementara, pihak terlapor maupun Kepala Desa Sawotratap Sanuri, saat dikonfirmasi melalui layanan telepon selulernya, lebih memilih untuk memblokir nomor.

Sedangkan, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol.Gatot Repli Handoko, saat dikonfirmasi, mengenai laporan polisi yang dilayangkan Bambang Priyo Santoso di Polda Jatim pada (20/5/2021),mengatakan,saya cek dulu ya ?. MET.

Continue Reading

Trending