Connect with us

Peristiwa

Sopir Barang Dan PIC CV.Mitra Usaha Beri Pernyataan Berbeda Terkait, Stuffing Luar.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Dugaan adanya Stuffing Luar dengan menggunakan

Tol Laut (subsidi). Cornelius salah satu karyawan CV. Mitra Usaha dan sopir barang beri pernyataan berbeda saat dikonfirmasi awak media.

Pernyataan berbeda yang berhasil dihimpun tim basudewanews.com, terkait dugaan adanya Stuffing Luar disampaikan, pimpinan CV. Mitra Usaha, Cornelius, berupa, kalau kontainer PELNI di sini, terkait isinya muatan balik karena pabrik belum bisa menerima jadi kontainer mampir di depo milik CV.Mitra Usaha

Sedangkan, dugaan tentang muatan beras dan mie instan dilakukan Stuffing Luar Cornelius menyatakan, tidak ada.
” Tidak ada pak !, ini pakai Temas bukan pakai TOL Laut. Cuma pada hari sabtu yang lalu, ada muat di pabrik karena truck datang malam tidak bisa bongkar muat di Depo PELNI maka truck tersebut, mampir di Depo CV.Mitra Usaha dan tidak bongkar muat di Depo tersebut “, jelasnya.

Sementara, salah satu sopir barang saat dikonfirmasi di Depo PELNI mengatakan, sempat kaget juga !, saat bongkar muat di Depo CV.Mitra Usaha tiba-tiba berhenti.

Masih menurut sopir, bongkar muat berhenti lantaran, diduga ada petugas Otoritas Pelabuhan (OP).
” Bongkar muat barang yang ada di bak truck gandengan habis tinggal satu saf (sebaris), ia sempat bingung gimana ini ! “, ujarnya.

Saat disinggung berhenti karena ketahuan petugas, sang sopir menjawab ya…!

Lebih lanjut, sopir sampaikan, begitu ada petugas maka dilarang bongkar muat.
” Yang jelas petugas, saya gak tahu petugas dari mana ? “, ucapnya polos.

Diruang yang lain, Cornelius saat dikonfirmasi ulang adanya pernyataan berbeda antara sopir dengannya, melalui layanan WhatsApp ia menyampaikan, orang lapangan salah kontainer, karena atasan belum datang kontainer sudah di tarik.

Fakta dilapangan, kenyataannya tidak sesuai dengan fakta dilapangan dan siratkan kesan dugaan secara tidak langsung, hanya untuk menghindar dari kesalahan (S I Stempel Stuffing Luar ).

Melalui data yang berhasil dihimpun dilapangan, bahwa UD.Surya Kencana telah melayangkan surat untuk melakukan kegiatan Stuffing luar 6 kontainer berisi beras dan mie instan tujuan Galela. Surat tertanggal (7/8/2021) tersebut, dilayangkan UD.Surya Kencana kepada CV.Mitra Usaha.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Belum Kantongi Sertifikasi Layak Fungsi DPRD Surabaya, Minta Soft Opening Trans Icon Mall Dihentikan

Published

on

Basudewa – Surabaya, Komisi A DPRD Surabaya, bidang Hukum dan Pemerintahan menyoroti pembukaan operasional (Soft Opening) Trans Icon Mall pada Jumat (5/8/2022).

Sorotan tersebut, lantaran Trans Icon Mall belum layak fungsi.

Dalam hal ini, Komisi A menggelar rapat dengar pendapat dengan beberapa pihak terkait, termasuk manajemen Trans Icon Mall yang mengutus beberapa perwakilannya ke Gedung wakil rakyat di Jalan.Yos Sudarso Surabaya.

Melalui pantauan dilapangan, rapat dipimpin oleh, Pertiwi Ayu Krishna selaku Ketua, yang dikuti oleh Camelia Habiba (wakil), Budi Leksono (anggota), Imam Syafi,i (anggota), M. Mahmud (anggota), Ghofar Ismail (anggota) dan Suaifuddin Zuhri (anggota).

Sedangkan, pihak Pemkot Surabaya, dihadiri beberapa perwakilan dari Dinas terkait seperti, DPRKP, DSDABM, DLH, Dishub, Damkar, Dispora dan Satpol-PP Kota Surabaya.

Dalam rapat , Pertiwi Ayu Krishna, menegaskan, jika pihaknya, mendukung Wali Kota Surabaya, dengan seluruh program dan kebijakannya.

Salah satunya, Perwali Nomor 91 Tahun 2022 pasal 3 tentang Serifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung.

“ Kami mendukung program dan kebijakan Wali Kota Surabaya, untuk itu, kami juga mengapresiasi kepada seluruh investor (termasuk Trans Icon) yang menanam investasi di Kota Surabaya. Namun, tidak berarti bisa berbuat seenaknya, karena wilayah kami memiliki aturan dan kebijakan yang wajib dipatuhi, salah satunya soal SLF ,” ucap Ayu.

Ayu mendesak kepada Pemkot Surabaya, selaku regulator untuk menghentikan aktifitas pemanfaatan bangunan Gedung Trans Icon di Jalan. Ahmad Yani Surabaya, karena belum mengantongi SLF secara penuh.

“ Yang kami jaga adalah keselamatan penghuni Gedung yakni, para pengunjung juga pegawainya, maka jika masih diterbitkan 3 rekomendasi dari 3 OPD artinya, belum lengkap dan belum dikeluarkan sertifikasi SLF nya, sesuai aturan, ya ?, tidak boleh operasional. Soft opening atau grand opening nya harus dihentikan,” tandas politisi perempuan dari Partai Golkar ini.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Trans Icon, Satria Hamid, meminta agar soft opening tetap bisa dilaksanakan, sesuai agenda sembari melengkapi kekurangan yang disyaratkan, karena menyangkut nasib pegawai yang saat ini sudah bekerja.

Tak hanya itu, Camelia Habiba, juga mempertanyakan, soal kondisi trotoar jalan di depan area Gedung Trans Icon yang kondisinya rusak dan belum dikembalikan seperti semula.

“ Kami ini setiap hari melewati jalan itu dan melihat langsung jika kondisi trotoarnya masih belum dikembalikan seperti semula,” ujar Politisi perempuan asal fraksi PKB ini.

Merespon soal kerusakan trotoar di depan area Trans Icon, wakil dari manajemen Trans Icon, berjanji akan memperbaiki secepatnya. “Kami akan perbaiki secepatnya, sekira 1-2 minggu) ,” jawabnya.

Sementara Sekretaris DPRKPCKTR,  Ali Murtadho, mengaku, jika pihaknya, akan segera bergerak ke lapangan untuk melaksanakan rekomendasi hasil rapat dengan Komisi A DPRD Surabaya.

“ Kami akan kembali melakukan pengecekan berkas dan lokasi ,” tuturnya.

Adapun, Resume Rapat Komisi A DPRD Surabaya tentang evaluasi dan penjelasan perijinan Trans Icon , yakni, sesuai Pasal 3 Perwali Nomor 91 Tahun 2022 tentang Serifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, rekomendasi harus terpenuhi samua sebelum SLF dikeluarkan.

Sedangkan, untuk Trans icon masih terbit 3 rekomendasi (Disnakertran, Damker, Dinkes) oleh karena itu, Trans lcon belum ada SLF, maka bangunan belum layak fungsi dan tidak boleh ada pemanfaatan terlebih dahulu.

Trans Icon, akan mengembalikan fungsi trotoar seperti semula.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending