Connect with us

Hukrim

Catatan Pendek Hakim Suparno Obral Vonis Ringan.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Potongan hukuman ringan dari Majelis Hakim, Suparno, menggenapi data yang berhasil dihimpun belakangan ini, Sabtu (7/8/2021). Memangkas hukuman para terdakwa siratkan kemunduran nyata yang mendapat sorotan masyarakat.

Beberapa catatan pendek, obral Vonis ringan yakni, Suwandi Wibowo dan Erwan Suwondo
keduanya, disangkakan melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Atas jeratan pasal diatas, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, menuntut pidana penjara selama 4 tahun namun, Majelis Hakim, Suparno, menjatuhkan vonis 10 bulan bagi kedua terdakwa. Dari vonis tersebut, melalui konfirmasi pihak JPU menyatakan banding.

Syaiful Arifin terdakwa dijerat pasal 378 oleh, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menuntut 30 bulan pidana penjara. Majelis Hakim, Suparno menjatuhkan putusan pidana penjara selama 14 Bulan atas putusan JPU mereaksi dengan  menyatakan banding.

Handayani bin Phao Thien Tjiu sebagaimana yang diatur dan diancam dalam pasal 137 huruf a, pasal 137 huruf b tentang narkotika atau pasal 3 tentang tindak pidana  pencucian uang hasil dari kejahatan narkoba. Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menuntut terdakwa pidana penjara selama 10 tahun dan Majelis Hakim, Suparno, menjatuhkan putusan Onslag sehingga, melalui konfirmasi JPU nyatakan Kasasi.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending