Connect with us

Hukrim

Asteria Ismi Sawitri Dituntut 3 Bulan Dengan Masa Percobaan 6 Bulan, Korban Kecewa.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, atas sangkaan penganiayaan yang dilakukan Asteria Ismi Sawitri (terdakwa) karyawan BCA Kantor Cabang Galaxy Surabaya, bergulir dengan agenda tuntutan.

Diruang Sari Pengadilan Negeri Surabaya,  tampak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis, menuntut pidana selama 3 bulan dengan masa percobaan 6 bulan.

Atas tuntutan tersebut, korban dari penganiayaan, Wenny, usai sidang saat ditemui, mengatakan, sangat kecewa atas tuntutan yang diberikan JPU dipersidangan Rabu (4/8/2021).

Ia merasa sangat kecewa atas tuntutan JPU, yang sangat ringan yakni, 3 bulan dengan 6 bulan percobaan karena tidak setimpal atas segala perbuatan yang telah dilakukan terdakwa terhadapnya.

Hal lain disampaikan korban, yakni, terdakwa main hakim sendiri dengan melakukan penyerangan secara brutal di tempat umum. Diduga, sengaja karena sebelumnya telah mengikuti korban  semenjak siang hari.

Tidak hanya itu, terdakwa juga meneriaki dengan kata-kata yang tidak pantas. Tidak hanya itu, terdakwa juga meneror korban setiap waktu melalui chat dan melakukan pengancaman.

Korban juga merasa dijadikan Display Picture (tampilan gambar) serta mengolok-olok korban maupun merendahkannya. Selain itu, terdakwa mendatangi keluarganya, lingkup tempat tinggalnya dan tempat kerja.

Masih menurut korban, terdakwa memprovokasi semua orang untuk membencinya, menjadikan korban kambing hitam, playing victim sehingga, menimbulkan trauma psikis yang mendalam bagi korban.

Diujung, pembicaraan, korban berharap nantinya Majelis Hakim menjatuhi hukuman yang seadil-adilnya atas perbuatan terdakwa.         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending