Connect with us

Peristiwa

PD MIO Surabaya, Bangun Rantai Kebaikan Menuju Solidaritas Sosial Di Masa Pandemi.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Pengurus Daerah Media Independen On-line (PD MIO) Surabaya,secara resmi membangun rantai kebaikan menuju solidaritas sosial melalui program GERMAS 2000 bersama Pemkot Surabaya.

Realisasi program terlaksana mulai Selasa (3/8/2021), melalui Kecamatan Asem Rowo beserta dukungan seluruh Kelurahan area ke-administrasian Asem Rowo Surabaya.

Selain realisasi, slogan yang diusung yakni dari rakyat untuk rakyat. Dari program tersebut, di harapkan mampu mengurangi beban anggaran Pemkot Surabaya, guna menekan penyebaran Covid19 di Surabaya.

Atas program ini, bisa menjadi solusi
Pemerintah yang berupaya mulai dari PPKM level 4 hingga level 5 dengan harapan pelonggaran kebijakan bisa dirasa semua aspek.

Ketua, PD MIO, Kiky Kurniawan, mengajak semua elemen atau masyarakat turut berperan aktif dengan mendonasikan uang sebesar 2 Ribu. Donasi akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM maupun yang Isoman.

Donasi dalam bentuk penjualan kupon tersebut, akan disalurkan dalam bentuk sembako terhadap masyarakat yang benar benar membutuhkan. Adapun metode pendistribusian melalui Satgas Covid19 di tiap-tiap Kecamatan.

Seruan digaungkan kepada seluruh masyarakat guna mendukung pelaksanaan GERMAS 2000. Dalam sistem program menggunakan istilah jumputan, yaitu sebuah budaya gotong royong yang dulu pernah di lakukan masyarakat dalam menghimpun sebuah kekuatan (urunan beras atau uang untuk mengisi kas atau lumbung pangan di sebuah kampung saat paceklik).

Ungkapan terimakasih disampaikan, Kiky Kurniawan kepada Camat Asem Rowo serta OPD tingkat daerah yang turut mendukung demi kesuksesan program GERMAS 2000.

Diujung pembicaraan dengan tim basudewanews com, ia menyampaikan, semoga program bisa berlanjut ke depannya.
“Harapan program ini bisa tumbuh menjadi rantai kebaikan yang membentuk sebuah karakter anak bangsa “, pesannya.

Sementara itu,  Camat Asemrowo, Bambang Udi Ukoro, menyampaikan, pihaknya, sangat mengapresiasi program GERMAS 2000 yang diusung PD MIO Surabaya.
” Solidaritas sosial yang telah digalakkan lakukan di wilayah kami berupa, donasi 2 Ribu akan disalurkan dalam bentuk Sembako serta vitamin bagi masyarakat yang membutuhkan ,” ucapnya.

Sedangkan, salah satu warga, yang namanya tidak mau disebutkan, menyampaikan, pihaknya, tidak keberatan kalau mengeluarkan uang 2 Ribu sebagai donasi. Apalagi demi kepentingan kita bersama untuk membantu sesama dalam kesulitan di masa seperti ini.            MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Belum Kantongi Sertifikasi Layak Fungsi DPRD Surabaya, Minta Soft Opening Trans Icon Mall Dihentikan

Published

on

Basudewa – Surabaya, Komisi A DPRD Surabaya, bidang Hukum dan Pemerintahan menyoroti pembukaan operasional (Soft Opening) Trans Icon Mall pada Jumat (5/8/2022).

Sorotan tersebut, lantaran Trans Icon Mall belum layak fungsi.

Dalam hal ini, Komisi A menggelar rapat dengar pendapat dengan beberapa pihak terkait, termasuk manajemen Trans Icon Mall yang mengutus beberapa perwakilannya ke Gedung wakil rakyat di Jalan.Yos Sudarso Surabaya.

Melalui pantauan dilapangan, rapat dipimpin oleh, Pertiwi Ayu Krishna selaku Ketua, yang dikuti oleh Camelia Habiba (wakil), Budi Leksono (anggota), Imam Syafi,i (anggota), M. Mahmud (anggota), Ghofar Ismail (anggota) dan Suaifuddin Zuhri (anggota).

Sedangkan, pihak Pemkot Surabaya, dihadiri beberapa perwakilan dari Dinas terkait seperti, DPRKP, DSDABM, DLH, Dishub, Damkar, Dispora dan Satpol-PP Kota Surabaya.

Dalam rapat , Pertiwi Ayu Krishna, menegaskan, jika pihaknya, mendukung Wali Kota Surabaya, dengan seluruh program dan kebijakannya.

Salah satunya, Perwali Nomor 91 Tahun 2022 pasal 3 tentang Serifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung.

“ Kami mendukung program dan kebijakan Wali Kota Surabaya, untuk itu, kami juga mengapresiasi kepada seluruh investor (termasuk Trans Icon) yang menanam investasi di Kota Surabaya. Namun, tidak berarti bisa berbuat seenaknya, karena wilayah kami memiliki aturan dan kebijakan yang wajib dipatuhi, salah satunya soal SLF ,” ucap Ayu.

Ayu mendesak kepada Pemkot Surabaya, selaku regulator untuk menghentikan aktifitas pemanfaatan bangunan Gedung Trans Icon di Jalan. Ahmad Yani Surabaya, karena belum mengantongi SLF secara penuh.

“ Yang kami jaga adalah keselamatan penghuni Gedung yakni, para pengunjung juga pegawainya, maka jika masih diterbitkan 3 rekomendasi dari 3 OPD artinya, belum lengkap dan belum dikeluarkan sertifikasi SLF nya, sesuai aturan, ya ?, tidak boleh operasional. Soft opening atau grand opening nya harus dihentikan,” tandas politisi perempuan dari Partai Golkar ini.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Trans Icon, Satria Hamid, meminta agar soft opening tetap bisa dilaksanakan, sesuai agenda sembari melengkapi kekurangan yang disyaratkan, karena menyangkut nasib pegawai yang saat ini sudah bekerja.

Tak hanya itu, Camelia Habiba, juga mempertanyakan, soal kondisi trotoar jalan di depan area Gedung Trans Icon yang kondisinya rusak dan belum dikembalikan seperti semula.

“ Kami ini setiap hari melewati jalan itu dan melihat langsung jika kondisi trotoarnya masih belum dikembalikan seperti semula,” ujar Politisi perempuan asal fraksi PKB ini.

Merespon soal kerusakan trotoar di depan area Trans Icon, wakil dari manajemen Trans Icon, berjanji akan memperbaiki secepatnya. “Kami akan perbaiki secepatnya, sekira 1-2 minggu) ,” jawabnya.

Sementara Sekretaris DPRKPCKTR,  Ali Murtadho, mengaku, jika pihaknya, akan segera bergerak ke lapangan untuk melaksanakan rekomendasi hasil rapat dengan Komisi A DPRD Surabaya.

“ Kami akan kembali melakukan pengecekan berkas dan lokasi ,” tuturnya.

Adapun, Resume Rapat Komisi A DPRD Surabaya tentang evaluasi dan penjelasan perijinan Trans Icon , yakni, sesuai Pasal 3 Perwali Nomor 91 Tahun 2022 tentang Serifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, rekomendasi harus terpenuhi samua sebelum SLF dikeluarkan.

Sedangkan, untuk Trans icon masih terbit 3 rekomendasi (Disnakertran, Damker, Dinkes) oleh karena itu, Trans lcon belum ada SLF, maka bangunan belum layak fungsi dan tidak boleh ada pemanfaatan terlebih dahulu.

Trans Icon, akan mengembalikan fungsi trotoar seperti semula.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending