Connect with us

Hukrim

Elizabeth Susanti Ngaku Kerabat Cikeas, Tipu PT. Tri Bangun Karya Persada Ratusan Juta.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Mengaku masih kerabat keluarga Cikeas, Elizabeth Susanti (terdakwa), terpaksa harus jalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Selasa (3/8/2021).

Proses peradilan yang dijalani terdakwa sebagaimana dakwaan dibacakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Irene Ulfa. Adapun bacaan dakwaan berupa, terdakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum atau tindak pidana penipuan.

Jeratan pasal 378 atau 372 tampak disematkan JPU terhadap terdakwa lantaran, PT. Tri Bangun Karya Persada (PT.TBKP) terkecoh atas pengakuan terdakwa adalah masih kerabat dekat family Cikeas.

Hal lainnya, terdakwa juga menawarkan dana talangan sebesar 100 Milyard, dengan syarat agar tidak disebar luaskan terkait, kedekatan terdakwa dengan keluarga Cikeas.

Syarat lainnya, perusahaan harus berbadan hukum, ada Surat Perintah Kerja (SPK) atau kontrak. Merasa memenuhi persyaratan Abdul Rohim menyampaikan ke Direktur Operasional, PT. TBKP, Maraz Karazan.

Berdasar penyampaian Abdul Rohim, PT. TBKP tertarik sehingga, disampaikan, perihal pendanaan proyek terhadap Direktur Utama, Tri Wihadi.

Gayung bersambut, maka saling komunikasi via layanan telekonferensi antara PT.TBKP dengan terdakwa. Melalui percakapan terdakwa sampaikan bahwa PT.TBKP harus buka rekening di HSBC Bank dengan saldo awal sebesar 500 Juta.

Merasa tidak memiliki dana guna saldo awal maka PT.TBKP menyiapkan dana sebesar 255 Juta dalam bentuk pecahan Dollar Amerika.

Terdakwa pun menjalankan perannya, berupa, mengarahkan dana sebesar 255 Juta dimasukan dalam tas beserta dokumen perusahaan. Selanjutnya, tas tersebut, rencananya akan dibawa ke Bank HSBC namun, terdakwa meminta untuk terlebih dahulu ke Bank BNI cabang Gubeng dengan dalih untuk mengambil uang kekurangan membuka rekening Bank HSBC.

Sesampai di parkiran Bank BNI terdakwa turun dari mobil dengan membawa tas sembari berpesan, agar Maraz Karazan untuk tidak membawa tas tetapi terdakwa menyakinkan dengan mengatakan, apabila uang dan dokumen akan diperlihatkan kepada pimpinan Bank BNI cabang Gubeng.

Tanpa sepengetahuan Maraz Karazan terdakwa yang menenteng tas justru tidak masuk kantor BNI cabang Gubeng Surabaya, melainkan pergi menuju Jalan Mastrip nomor 70 A Surabaya, dengan maksud menukarkan uang pecahan Dollar Amerika ke mata uang Rupiah.

Maraz Karazan yang menunggu lama bahkan terdakwa tak kunjung kembali kemudian di carilah terdakwa ternyata tidak berada di dalam bank BNI cabang Gubeng.

Merasa tertipu, Maraz Karazan melaporkan kejadian ke Polrestabes Surabaya. Atas laporan tersebut, sekitar pukul 20.00 WIB, terdakwa ditangkap saat sedang menginap di Hotel Hedrza Jalan Ketintang Surabaya.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending