Camilia Sofyan Ali Untuk Ke-Tiga Kalinya, Kesandung Kasus Gula 90 Ton.

61

Surabaya-basudewanews.com, Kasus Gula 90 Ton memaksa Camilia Sofyan Ali (terdakwa) kesandung perkara yang sama untuk ke-tiga kalinya. Modus tawarkan gula dengan jumlah banyak membuat Soni Krisdianto malah merugi 800 Juta.

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya,Darwis, hadirkan Soni Krisdianto dan Linda guna sampaikan keterangan sebagai saksi.

Adapun, Soni Krisdianto mengawali keterangannya, berupa, ia ditawari gula dan  terdakwa memproklamirkan diri sebagai pengusaha gula.

Sebelum, medio Oktober 2019 Soni Krisdianto bertemu dengan terdakwa di Jagir Wonokromo. Dalam pertemuan gula ditawarkan dengan harga 8800 Ribu per Kilogram.
” Gula yang ditawarkan tergolong murah maka ia memesan 90 ton “, ucapnya.

Masih menurutnya, terdakwa katakan ada kerjasama dengan PTPN (pabrik gula). Dari pesanan saksi, terdakwa menerima kiriman uang secara bertahap.

Sayangnya, usai pembayaran secara bertahap justru terdakwa hanya janji-janji gula akan dikirim.
” Pembayaran lunas sesuai pesanan 90 ton namun, terdakwa tidak kunjung mengirim gula maka ia minta uangnya dikembalikan “, paparnya.

Sedangkan, Linda dalam keterangannya, pemesan gula 90 Ton, ia sebagai administrasi pernah mengirim uang secara bertahap hingga total keseluruhan 800 Juta.

Proses pengiriman dikatakan saksi akan dikenakan cash sebagai biaya pengiriman bila memakai armada sendiri tidak di kenakan cash (biaya pengiriman).

Ia menambahkan, setelah uang dikirim terdakwa melakukan pengiriman gula seberat 12 ton sisa pesanan terdakwa hanya janji dan janji saja.

Hal lainnya, terdakwa akui saat JPU menunjukkan bukti-bukti transfer dari saksi.

Secara terpisah, Soni Krisdianto dan Linda menunjukkan bukti-bukti video saat transaksi.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHP.          MET.