Connect with us

Daerah

Operasi Yustisi Polsek Donomulyo, Jelang Pelonggaran PPKM Level 4.

Published

on

Malang-basudewanews com, Jelang pelonggaran masa penerapan PPKM level 4 Polsek Donomulyo lakukan operasi yustisi guna memberikan edukasi pentingnya, kepatuhan warga Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, menerapkan Prokes, Ahad (1/8/2021).

Pelaksanaan giat operasi yustisi juga dilakukan pembagian masker terhadap masyarakat. Hal tersebut, adalah bagian dari upaya jajaran Polsek Donomulyo guna menekan penyebaran Covid19.

Hal lainnya, upaya ini adalah bentuk implementasi jajaran Polsek Donomulyo atas Intruksi Mendagri nomor 15 tahun 2021, Pergub Jatim nomor 53 tahun 2020 dan Perbup Malang nomor 188 tahun 2021.

Dari pantauan dilapangan, tampak Kanit Sabhara. Aiptu Hasyim Ashari, Kanit Provost. Aipda Hayu, Koramil.Yolla Putra dan Serka.Budi turut mendampingi Trantib Kecamatan Donomulyo, Pitoyo maupun Satgas Covid19.Endri juga Yoyok.

Adapun, sasaran dalam giat yakni, masyarakat pengguna Jalan Raya Tajinan. Dari data yang berhasil dihimpun, diketahui ada beberapa masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker (sesuai Prokes) dengan PPKM mikro.

Beberapa masyarakat yang tidak mematuhi Prokes, telah dilakukan teguran secara humanis serta diberikan masker dan di dokumentasikan.

Meski secara humanis, tidak menutup kemungkinan sanksi berupa kerja sosial tetap diterapkan terhadap para pelanggar prokes serta diarahkan untuk membuat surat pernyataan guna memberikan efek jera.

Menjelang masa pelonggaran PPKM, jajaran Polsek Donomulyo mengantisipasi berupa, rutin melaksanakan giat dan jika diperlukan akan melakukan pembubaran massa dengan tegas nan humanis.

Secara terpisah, Kapolsek Donomulyo, Didik Dwiyanto, saat dihubungi melalui ponselnya, mengatakan, pihaknya bersama jajaran tetap mengimplementasikan agar masyarakat setia untuk patuh akan penerapan PPKM level 4 meski menjelang pelonggaran masa PPKM.
” Pihaknya, selalu memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait, kebiasaan baru. Ia meyakini masyarakat Kabupaten Malang, bisa beradaptasi kebiasaan baru jikalau tidak mengindahkan Jajarannya secara tegas akan menindak berupa, melakukan pembubaran kerumunan massa ,” pungkasnya.    MET.

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending