Terobosan Baru BST Disalurkan Terhadap Warga Jepara Surabaya.

28

Surabaya-basudewanews.com, Sejak kasus Covid19 di Indonesia membelenggu semua aspek membuat Tim Buleks 99 lakukan terobosan baru berupa, prioritaskan penyaluran BST terhadap warga Jepara Surabaya. Saluran Bantuan Secara Tunai (BST) ternyata, bisa menjadi tumpuan masyarakat disaat Pemerintah menerapkan PPKM level 4 berlaku 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021.

Animo masyarakat khususnya, warga Jepara Surabaya, kian mobilitas saat tersiar saluran BST tahap V dan VI akan terealisasi.

Hal penyaluran memaksa Tim Buleks 99 dan Budi Leksono komisi A dari fraksi PDI Perjuangan tampak hadir di Balai RW I Kelurahan Jepara, guna memastikan penyaluran BST maksimal pada Sabtu (31/7/2021).

Di sesi tersebut, tampak juga Bhabinkamtibmas dan Koramil turut melakukan pengawalan maupun pengamanan agar masyarakat tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

Secara terpisah, Komisi A dari fraksi PDI Perjuangan, Budi Leksono saat ditemui, basudewanews.com, menyampaikan, penyaluran BST juga didampingi oleh, Bhabinkamtibmas maupun Koramil.
” Sinergi beberapa instansi terkait, adalah langkah nyata atau responsif untuk tetap patuh menerapkan PPKM ,” tuturnya.

Ia menghimbau, mobilitas publik bisa dikurangi meski sesi penyaluran BST berlangsung.
” Himbauan untuk tetap patuh kebijakan PPKM menjadi opsi agar tidak ada kesan pengetatan yang lebih dramatis ,” pesannya.

Dari data yang berhasil dihimpun di lapangan, Tim Buleks 99 sengaja mendirikan tenda atau posko bagi beberapa warga yang pernah sempat menerima BST namun, kini justru tidak tercakup dalam database penyaluran BST.

Hal yang mendasari, Tim Buleks 99 mendirikan posko, yakni banyaknya warga yang dulu mendapatkan bantuan, sekarang tidak. Justru di masa Pandemi saluran Bantuan sangat diharapkankan masyarakat.

Peran Buleks 99 dalam hal tersebut, yaitu , menampung aspirasi beberapa warga yang namanya tidak tercakup dalam database penerima BST.

Tindakan logis yang tampak dilakukan Tim Buleks 99 , yaitu pembagian paket sembako guna menjadi tumpuan buat warga yang tidak mendapatkan bantuan.

Salah satu, Tim Buleks, kepada Basudewanews.com, mengatakan, pihaknya, memprioritaskan kebutuhan primer ketimbang sekunder.
” Kebutuhan pokok dan kesehatan menjadi prioritas kami,” pesannya.

Sementara mengetahui hal ini, Budi Leksono, terkait pengaduan beberapa warga yang tidak tercakup dalam database penerima BST menyampaikan, sebenarnya peran Pemerintah Kota Surabaya, Eri Cahyadi bisa melakukan evaluasi.

Ia meyakini , Walikota Surabaya, akan menindak lanjuti serta mengevaluasi adanya beberapa warga yang tidak tercakup dalam database penerima BST.
” Walikota Surabaya, akan memperhatikan khususnya, kendala seperti yang disampaikan warganya ,” pungkasnya.      YOK.